SIMPLE LIFE
Uncategorized September 24th, 2007Pertanyaan paling sering yang kudengar dari teman-teman adalah "Apa itu Hidup?","Kenapa Hidup itu rumit banget?","Kira-kira Mati itu enak nggak yach?"bla..bla..bla…Intinya kebanyakan memang tentang hidup!
Awalnya, aku juga gitu. Sempat bingung dan merasa diri untuk memulai mencari jati diri…(semua orang pasti pernah mengalaminya)!
Jadi ketika menjelang akhir SMP, aku bertanya "untuk apa sich aku hidup?" dan pertanyaan itu terjawab sendiri "Aku hidup untuk menggapai sesuatu, Aku pasti punya tujuan!" Aku-pun tersenyum dan menjalani hidup dengan biasa…
Ketika SMA, pertanyaan itu ternyata belum berhenti. Aku kembali bertanya sama diri sendiri "Lalu tujuan apa yang harus aku jalani? Untuk siapa?". Dan lagi-lagi pertanyaan itu kembali terjawab dengan sendirinya, "Untuk yang telah Menciptakan aku, Tuhan!". Kembali aku mengikuti pola kehidupan yang biasa…
Mulai-lah aku melihat orang-orang yang ‘tidak biasa’… Aku menikmati pemandangan dengan miris, seorang kakek tua dengan tongkat dan kaki pincang di tengah jalan meminta sedekah, seorang bocah tanpa alas kaki berlari mengejar barisan kendaraan untuk menggerincingkan beberapa recehan di tangannya, sepertinya mereka tidak memperhitungkan lagi nyawa mereka ketika mereka berlari, mengejar, menyalip kendaraan… Bagiku itu sebuah ‘masalah’ dan akan menjadi ‘masalah’ tersendiri bagi PemKot dalam mewujudkan kota yang "bersih"…
Nah, yang menjadi ‘masalah’ besar bagi bangsa dan masa depan negara adalah belum meratanya pendidikan untuk anak penerus bangsa…
Atau bagaimana dengan teman-temanku yang terjerumus dalam pergaulan bebas…seks bebas, nge-drugs, bagi sebagian orang yang merasa dirinya ‘normal’ mereka akan berfikir teman-temanku ini adalah ‘masalah’ dan mereka harus disembuhkan! Tapi, bagi teman-temanku ‘masalah’ adalah apa yang terjadi di luar kebebasan mereka terhadap diri mereka sendiri. Mereka akan memohon agar apa yang membuat mereka menjadi seperti sekarang harus direhab terlebih dahulu, perhatian&pengawasan orang tua, dukungan orang-orang tercinta, berbagi&menyelesaikan beberapa persoalan yang berat bagi mereka, setelah itu mereka tidak akan membuat ‘masalah’.
Atau coba kita tengok Pemerintah…Baginya, semua persoalan dan seluk-beluk teriakan dan keprihatinan bangsa adalah ‘masalah’…Ia harus memperhatikan birokrasi Negara secara utuh, menghadiri konferensi, mengkaji hukum, memperhatikan masyarakat miskin yang jumlahnya adalah ‘masalah’, mendengar aspirasi masyarakat…dan ketika ia tak mampu menganggulangi semuanya, maka masyarakat akan men-cap Pemerintah sebagai ‘masalah’…
Yup, semua ini nggak akan pernah berhenti, nggak berujung…Masih banyak ‘masalah’-'masalah’ lain. Apa yang aku paparkan hanya sebagian kecil…
Dan ketika teman-temanku bertanya tentang hidup…Aku hanya percaya, bahwa Hidup itu sudah di atur, hidup itu kebenaran, dan kebenaran itu sederhana…Hidup itu akan semakin sulit bila dipikir…
October 8th, 2007 at 7:03 am
Tul tu Pren…
Tapi…
Liat Inspirasi buat bahan tugasku nda? HAH…………….
Gila nih ntar, apa ini yg dibilang ‘masalah’ SRH?