Be…..seLF
Uncategorized December 25th, 2007Hujan tidak juga reda mengguyur kota Makassar, jalan-jalan tetap ramai oleh hiruk pikuk kenadaraan. Penjaja koran tetap setia dan sabar menanati orang-orang yang lapar berita, polisi di pos-pos jaga sesekali nampak menguap. Hujan membuat semua orang menjadi pemimpi tempat tidur yang empuk dan sebuah selimut tebal yang hangat, hujan juga membuat sebagian mahkluk menjadi merasa kelaparan terus-menerus….Ada juga yang terkapar karena penyakit di musim hujan…Dan setiap hari selalu seperti ini… Lebaran haji dan Natal baru saja beranjak, dan semua lengang……..
Sesekali kutapik khayalan-khayalan yang tak karuan tentang teman-temanku yang lama tidak kutemui minggu ini…aku terdiam…mengetik…apa gerangan yang kucemaskan…aku mengernyitkan dahi, dan mulai berfikir aneh sambil tetap mencari kata-kata yang pas untuk menunjukkan bagaimana perasaanku saat ini. Yah, aku tengah galau. Baru saja ku buka beberapa FS milik orang yang tidak ku kenal dan FS teman yang aku kenal. Kubaca satu-persatu Profile Friendtser (PFS) yang beraneka kata itu…semuanya berbeda…Menimbang-nimbang aku mulai berfikir banyak sekali orang yang mengambarkan PFS dengan berbagai penampakan, ada yang ingin terlihat gaul, terlihat keren, terlihat sangar, terlihat pemberontak, terlihat kapitalis, dan sebagainya. Semuanya mengambarkan karakter si empunya (pengennya sich begitu) tp tidak banyak juga yang hanya mencap diri mereka seperti itu, padahal aslinya tidak demikian…
Tidak hanya di PFS kita menemukan hal2 seperti itu, sebab akupun bisa menemukan semua bentuk pemalsuan dimana saja ketika aku melangkah. Aku bisa melihat raut wajah munafik yang profesional di depan pintu toko-toko di Mall, di wajah para pegawai yang bertandang kerumah ku untuk menemui Ayahku untuk mencari muka, akupun bisa melihat kemunafikkan saat adekku hendak mengerjaiku.
Semuanya memperlihatkan berbagai ke misterius an yang sedikit terkuak.
Ada rasa penat dan jenuh melanda perasaanku. Aku mengginggil ketakutan pada semua yang nampak dihadapanku. Aku terkesima dengan cermin yang ada didepanku. Aku terhenyak, bagaimana dengan diriku sendiri…………………Aku tertunduk, akupun tak pernah bisa menjadi diri sendiri. Kemana rasa kesedihan harus aku tuangkan di antara sahabat-sahabatku…kemana pula aku hendak melampiaskan rasa amarahku….aku tak pernah berani….
Akupun ingin dosaku diketahui agar aku tidak harus menjadi orang yang munafik atau pengecut…
Seperti ingin aku menceritakan siapa aku sebenarnya, aku mencari orang yang apa adanya sebab hanya di orang itu aku akan menjadi apa adanya…
Aku berharap besok, ketika aku membuka mata, aku tak lagi menemui beragam rupa kebohongan….kenyang aku dibohongi….