aQ Miskin dan Kaya

Uncategorized No Comments »

Aku mungkin tidak suka menyebut diriku sendiri miskin, tapi aku lebih suka menyadari bahwa aku memang miskin. Dari sisi manapun, aku memang masih sangat miskin. Bukan hanya miskin ekonomi karena aku sendiri yang kini berumur 21 tahun tapi belum mampu memenuhi kebutuhanku sendiri, masih bertahan dengan tunjangan pegawai negeri (mengingat status masih kuliah dan orang tua hanyalah pegawai negeri biasa), juga karena aku masih sangat miskin ilmu. Aku selalu menyadari bahwa aku masih sangat banyak harus belajar…belajar….belajar….Aku pun miskin pahala. Dosa-dosa yang aku lakukan selalu mengukukuhkan catatanku di tangan para malaikat, sementara iblis kegirangan setengah mati (sepertinya bakal punya teman ke neraka). Akupun miskin kepekaan. Aku bukan orang yang ekspresif yang senantiasa mengumbar kepekaan dan perasaan. Lebih bisa menuntaskan perasaan lewat tulisan (hiks…hiks…) Dan akupun miskin tindakan. Sering aku tahu banyak hal tapi lebih banyak dan lebih sering hanya mengamati dan sekedar simpati…setelah itu NOTHING! Terkadang pengen beritndak sesuatu tapi belum tahu harus ke arah bagaimana dan bagaimana menghadapinya?! Stupid memang!
Kalau ditanya aku kaya…(tenang aku juga kaya), aku kaya akan kebodohan yang teramat sangat, kadang aku menyadari aku salah bertindak dan akhirnya membuat orang-orang yang aku sayangi terluka (yang akhirnya menghancurkan-ku juga), kaya akan kebohongan…aku masih sangat banyak menyimpan semua unek-unek dalam hati, masih menyimpan luka dan trauma waktu kecil, masih menyimpan rapat-rapat rahasia para pelaku kejahatan, masih menyembunyikan dosa-dosa orang yang aku kenal kemudian membiarkan dosa itu merebak menjadi bagian dari diriku sendiri…Aku kaya akan penyesalan….
Lewat tulisan ini (tulisan lagi…) aku ingin meminta maaf pada semua orang aku sayangi sebab untungnya akupun kaya akan perasaan sayang dan cinta (hehehe), maafkan semua yang telah aku perbuat. Kepada sepupuku tersayang Debbi (alm.) yang maish menyimpan seribu sesal tentang kenakalan kita berdua, tentang sikapku yang pernah menyakiti dan membuatmu meratapi hdiupmu yang tak sempurna…Kepada Asriani, Dilla dan Fenny (teman kecil ketika aku sempat tinggal di Ambon selama 8 bulan, dan sudah tidak pernah lagi bertemu sampai sekarang) sebab, aku tidak bisa membela dan mempertahankan kalian saat kalian menjadi bahan tertawaan dan penindasan anak-anak brutal. Kepada Afriyanti teman SD-ku di SDN Mangkura I Makassar, maafkan aku yang sempat menjauh darimu karena persepsi orang-orang diskeitarku tentang sebuah arti dari nilai prestasi…Kepada Angga (tmn SD jg)-cowok yang aku hajar hingga akhirnya menangis dan  menjadi minder oleh size-nya yang large–waktu itu aku aku tidak bisa duduk sich >_<. Kepada Fadly Baur (teman SD) yang selalu aku ladeni bertengkar. Kepada Faridha (teman SMP-ku) yang aku buat menangis karena iseng dan jahil agak sedikit membuka rahasianya…hehe…kapada Kak Friska (senior di SMP) yang aku jambak rambutnya, dan mengotori baju seragamnnya dengan sambal gara-gara merasa cowoknya direbut (padahal aku ogah sm cowok itu—-lha kalo g suka kenapa bertengkar?—lha, abis capek digangguin n dibikin malu melulu di kantin skeolah), kepada Kak Aan (senior SMP) yang aku tampar gara-gara terlalu banyak bacot =p  yang akhrinya takut menemuiku, kepada Reza (teman SMP–kini Alm.) yang aku buat menangis karena tidak bisa membalas perasaannya. Kepada Seorang ibu pengemis yang mangkal di depan pagar Mall Ratu Indah Makassar, karena tidak sengaja menyepak sebuah timba miliknya dan akhirnya semua uangnya terpental berhamburan….(penyiksaan batin selama 4 jam di dalam Mall! yang akhirnya termaafkan ketika dengan penuh gemetarrrr aku menyerahkan sejumlah uang untuk menggantinya—-astaga waktu itu tukang becak dan tukang parkir sudah siap sedia mengeroyokku) =) Kepada seorang tukang becak waktu SMP yang cuekin gara-gara selalu menganggu (wallah), kepada Reza (cowok koran) yang katanya aku campakkan (kebangetan sich, masa tahu rumahku tanpa aku kasih tahu..nah lho?! Bikin ngeri!), Kepada Syamsir (teman SMA-ku yang nyaris main tonjok2an gara-gara kesalahapahaman), dan yang aku lemparin sendok sampah di lorong sekolah…hah! Kepada Ikhsan (teman SMA) yang aku samperin di bangkunya sambil menantangnya dengan sejuta kata-kata mutiara, kepada Irvan Alias Ippank yang aku bikin malu berkali-kali gara-gara terlalu banyak minjem barang2ku dan rusakin barang-barangku..hehe..Kepada kembarannya Irvan si Irwan, maafkan gara-gara waktu itu aku pura-pura lupa ttg dagangan stikernya dan sampai sekarang belum bayaarr…(mungkin Irwan jg malu nagih tuch, soalnya utangnya jg banyakkk..hehe). Kepada Hendra (teman kampusku) yang sering kali tidak bisa membantunya dalam banyak hal–padahal ia selalu membantuku, kepada Eki (mantan sekaligus sahabatku saat ini) sebab tidak bisa benar-benar ngelupain luka yang udah dia torehkan–ini berlaku juga kepada Sugi dan Deny (2 org sahabatQ dan Eki yang akhirnya membohongiku dengan kekompakan bengisnya—sakiiittt banget).
Aku tidak mungkin melupakan siapa-siapa saja yang pernah aku sakiti dan menyakiti aku. Begitu juga dengan orang-orang pernah membahagiakan aku, yang mencintai aku dan yang aku cintai, tidak akan pernah habis tempat dihatiku…Buatlah aku kaya akan kekuatan batin dan lebih mulia… : ) Tapi maafkan aku Tuhan…sama sekali tidak bisa memaafkan Seorang guru mengajiku ketika aku SMP (masalah yang sama sekali tidak bisa aku ceritakan), dan sulit sekali memaafkan diri sendiri……Sungguh permintaan terbesar ku serahkan padaMu.
Buatlah aku lebih kaya akan nurani, belas kasih, dan perbuatan yang baik agar aku tidak lagi miskin….

Operator…Oh…Operator

Uncategorized No Comments »

Operator…Oh Operator

Dunia memang semakin manju di segala bidang, terutama bidang IPTEK dan

Komunikasi. Semakin majunya kehidupan ini memang telah sangat memanjakan

masyarakat dunia. Sehingga tepat lah sudah kalau kita menyebut era globalisasi.

Pekerjaan dan  rutinitas yang menurut kita monoton dalam kehidupan sehari-hari bisa

saja tidak lagi menjadi pekerjaan yang sangggaaaatt berat. Mengingat teknologi telah

semakin bervariasi.
Aku seorang mahasiswi saja mengakui bahwa aku memang sangat tidak bisa

berpisah sejengkal saja dari laptopku. 1 hari tidak menyentuhnya membuatku seperti

orang kehausan, 1 hari dipinjam sama sepupuku juga sudah membuatku kangen

berat. Seperti aku kangen sama seorang pacar.. Hehe. Sama saja bila pacar kita

cinta mati sama hobinya (kebanyakan cowok bisa cuek abis sama pacarnya kalau

udah berurusan dengan hobinya——–> menurut survey bho!) Nah, mungkin sama

seperti cewek2 yang gila diskon di Mall!! Seperti itu-lah aku yang g tahan pisah jauh n

lama sama laptop sendiri, seperti juga aku nggak bisa kalau g pk jam tangan, bawa

buku dan Hp…Nah….ini dia…HP….ngomong2 ttg Hp, ini lah salah satu benda yang

paling pesat perkembangannya seprti halnya komputer dan laptop. Ada yang bilang

(padahal cuma teman2 aku) orang yang nggak pake’ Hp sama aja seperti dia sedang

berada di dunia lain… (Waaaghhh). Ini dikarenakan, setiap tiba2 aja ada acara

penting, ngumpul kurang kerjaan, job, mesti nagih hutang, atw apa saja, n merasa

tidak di undang? Hoho…jgn salahkan siapa-siapa…sapa suruh g punya Hp!!
Tapi kalau aku pribadi, nggak punya Hp sebenarnya bukan masalah yang besar

banget. Intinya mereka2 yang berusaha mencari dan menghubungi aku berarti aku

memang penting (narsis), aku berfikir selama ada telfon rumah, kenapa harus dibilang

mahkluk dunia lain?! Toh, aku juga bukan tipe orang yang ngak pernah ada di rumah!

(oh yya?!) Hahaha…Well,tapi menurut aku sekarang Hp memang penting,

(awwah plg2 karena cowoknya di kota berbeda tucgh ^_^’ —–> iya tahu aja) 
Nah, beruhubung punya cowok yang jauhnya bukan kepalang, mau g mau Hp menjadi

sarana yg penting banget. Berbekal 2 buah handphone, 1 GSM (Gampang boroS

Makenya) n 1 nya lagi CDMA (CeDikit2 MAti)—(gaya anak jaman sekarang sok

banget, padahal masih di tanggungin sm keluarga—>ngalahin jumlah hp BoNyok

segala). Aku memanfaatkan dua buah alat komunikasi itu. Dikit2 pk CDMA, dikit2 pk

GSM. Di GSM sering banget ada gratisan SMS (kartu simpati As)—wahhh, gratis 100

smsnya bikin ngilerrr, tapi ternyata namanya aja gratisan ternyata nyampenya

telllaaattt kadang2 malah failled!! Wadduh! Dan kenyataan yang memiriskan hati,

baru2 ini hp GSM-ku hilang. Ikhlas koq ;’( sempat sedih tapi yahhhh….nah, sekarang

cm pegang 1 buah hp CDMA jadul! Dengan nomor bukan telepon biasanya FLEXI

yang memang nggak biasa! Signalnya ampunnn g tahan! Kalo udah di dalam rumah,

hahahaha… battare-nya jadi panassss sendiri, telp g ada yg masuk (pacar, keluarga,

sm teman2 sering ngeluh "Sar, kok hapenya g aktif2, Sengaja y?) Nah lho….padahal

hp aja aktifnya hampir 24 jam, lebih banyak ONnya daripada OFFnya (di chas

sekalipun ttp hidup —->org bilang bkn rusak batterai) Dan kesmipulannya adalah….

Operator adalah sasaran empuk untuk menyalahkan semua yang telah aku alami

beberapa bulan terakhir ini! Ku aktifkan NSP, g dpt2 pulsa udah ludes pula, SMS

gratis srg failled, lama-kelamaan malah sukses dan motong pulsa, kalopun ada

operator yang murrrrah ke semua operator, heh…mesti kayak olahraga tugh, keringat

nyari signal! Walhasil signal mmg cm bgs kalo tengah malam menjelang pagi!

Operator oh operator….Tak kah kau mengerti penderitaan orang2 yang menggunakan

Hp, sementara hal terberat adalah ketika punya pulsa yang habisnya cepet amat

gara2 "kesalahpahaman kita" kemudian  mengisi pulsa itu ikembali adalah hal yang

sulit?? Begitu pula saat kau sang operator, enggan dengan cepat menyampaikan

sebuah pesan penting dari hati? (he…he…he…opeator oh operator)

knp sy suka’ sm neh lagu? Aneh

Music No Comments »

Cinta ini membunuhku
By : D’Masiv

Kau membuat ku berantakan
kau membuat ku tak karuan
kau membuat ku tak berdaya
kau menolakku acuhkan diriku

Bagaimana caranya untuk
meruntuhkan kerasnya hatimu
ku sadar ku tak sempurna
ku tak seperti yang kau inginkan

Kau hancurkan dengan aku dengan sikapmu
tak sadarkah kau telah menyakitiku
lelah hati ini meyakinkanmu
cinta ini membunuhku

Untitled

Uncategorized No Comments »

Terkisah sebuah perjalanan hidup. Penuh galau dan terjangan dari berbagai arah yang menyesakkan, sempat membuat iman goyah oleh keikhlafan…Dan terbujur dengan kaku sebuah jawaban yang belum terjamah, terombang ambing tanpa arah dan jati diri menjadi titian yang berharga…Maka sekelebat pertanyaan yang sama merebak dalam asa insan, yang akhirnya  berlomba-lomba menyuarakan sebuah jawaban yang tidak pernah sama, hendak membangkitkannya di tengah kemungkaran, di tengah gelimang penyesalan, diantara keterlanjur-an berdosa…Keterpautan asa dan dilema yang bergejolak mengiringi sebuah perjalanan lain…sebuah perjalanan cinta. Mengenal, merasakan, merajahi seluruh logika, menyelimuti sebuah perasaan, menawarkan keagungan dunia yang terlihat berbeda dari sisinya. Semakin lama, perjalanan ini kian menuntun pengikutnya menuju ke berbagai arah, ada penjelejah akhirnya, ada penikmat semata, ada sandiwara semata…Sebuah kisah yang lama aku ketahui, dan yang aku cari hanyalah seorang yang tidak pernah mengeluh tentang hidup, sebab di dalamnya ada cinta yang abadi…Dijalannya akan kuhamparkan sebuah sajadah panjang beralaskan ketulusan agar pijakannya tak pernah keruh, di atasnya kupayungi kasih agar ia bisa membagi kesejukan fikiran dan batinnya, disamping kiri kanan-nya kutegakkan pembatas kerikil agar ia tak pernah merasakan sayatan kemunafikan dari para insan yang hanya berbalut nafsu belaka. Kuhargai ia seperti kuhargai udara. Dan insya Allah hanya ia satu-satunya yang akan percaya, bahwa aku tidak pernah menjadi pelakon dalam sandiwara cinta…Hendakkah kepercayaan karena kekayaan batinnya akan membawaku ke surga……………………………………

Long Distancejauhnya

Uncategorized No Comments »

Akupun nggak pernah befikir bakal dapat pacar jauhnya minta ampun… Banyak rintangan dan memang nggak ringan menjalaninya, ada saja pikiran yang nggak2..mislanya tiba2 Kita malah mikir, dia lagi ngapain-lg jalan sm sp, dll. Kita bahkan selalu mau tahu aja urusan dia. Cemburu atau egois itu porsinya serasa jadi lebih gede dibanding porsi yang seharusnya.
Pelan-pelan, aku yang belakangan hobi YM&Chat harus tahu diri, nggak usah diingetin. Sesuatu harus dibatasi. Yang terpenting sebenarnya bagi aku pribadi, adalah nggak melakukan sesuatu yang membuat pacar kita merasakan apa yang udah kita rasakan (dan perasaan tsb nggak enak!). Misalnya, ketika pacar kita cuekin kita karena keasyikan ngobrol sm tmnnnya–kita nggak usah balas nyuekin (coz kita udah rasa, rasanya g enak!), atau saat kita ngerasa was2 karena pacar kita tmn2nya banyak malah tukeran nomor hp pula—Qta g usah menambah daftar teman seheboh2 banget sambil masang nomor hp (sebab kita tahu rasanya juga g enak!)
Pelan tapi pasti, aku sedikit mengurangi hal-hal yang tadinya bebas aku lakukan, karena jomblo. Jauh….mengenai jarak, memang betul kita bisa saja ngelakuin apa aja tanpa perlu takut diintai, tapi balik lagi ke "rasa", bagaimana rasanya kalo pacar yang ingin kita percayai juga ada main di kota nun jauh di sana tanpa pengawasan kita? G enak?! Ya Iyyalllah…so, apapun yang kita kerjakan akan lbh baik klo kita bisa SADAR DIRI euy…Terlepas dari berapa besar kepercayaan yang sang pacar berikan ke kita, sebab itulah resiko alias harga mati  pacaran jarak jauh. Percaya seperti yang ingin kita percayai dan berlaku-lah agar layak dipercaya…

aQ menyesali diri sendiri

Uncategorized 8 Comments »

Pukul 09.00 pagi, aku baru ingat, bahwa aku memiliki janji untuk memindahkan sebuah dokumentasi dari mini dv yang akan di MPEG ke disc. Buru-buru aku segera bangkit dari gayaku yang santai di atas tempat tidur. Aku segera menemui ayahku dan menanyakan apakah dia hendak keluar pagi ini? Ternyata iya, jadi aku mengatakan padanya bahwa aku ingin ikut dan diantar sekalian ke PH. Ayahku mengangguk pelan. Jadi, untuk beberapa saat setelah mengganti pakaian aku kembali duduk di kamar sambil membaca buku novel Sang Pemimpi karya Andrei Hirata. Merasa waktu yang berjalan semakin cepat, aku segera kembali menuju kamar ayahku, ternyata beliau sudah tidak ada. Ibuku mengatakan bahwa ayah sudah berangkat ke rumah gubernuran bersama sopirnya…Aaarrgghhh…aku tertinggal, aku mengambil gagang telepon dan untuk beberapa saat terdengar nada I-Ring lagu Assslamualaikum dari Uje’,
Ayah    : "Ya halo?"
Aku    : "Pa, aku ditinggal nich? Khan tadi saya sudah bilang mo nebenk?"
Ayah    : "Lha….saya sudah dijalan ini.."
Aku    : "Tapi Papa tadi sudah janji…" (dengan nada ngotot)
Ayah    : "Iya…ya…sebentar kalo saya sudah sampai di rumah gubernur, om Said (sopir-red) saya suruh balik!"
Aku    : (Dengan senyum sumringah) "ok!"
Sambil menunggu, aku menelpon Wi2n (salah seorang pekerja PH), sambil menanyakan apakah pagi ini aku bisa mengambil dokumentasi milik seniorku itu seperti yang ia janjikan kepadaku. Dan Wi2n menjanjikan bahwa aku sudah bisa mengambilnya pagi ini. Beberapa menit kemudian, om Said datang, aku tidak membuang-buang waktu, segera aku berlalu dari rumah. Sesampainya di PH. aku langsung turun dan menemukan kantor dalam keadaan terkunci…Segera aku menelpon kembali Wi2n…dan katanya aku harus menunggu beberapa menit. Dengan BT aku duduk di ruang tunggu sekitar PH sambil membaca buku Andrei Hirata tadi. ternyata menit berubah menjadi sejam…Aku segera menelpon Y2n, menanyakan apakah sebentar dia bisa menemaniku memberikan dokumnetasi seniorku (K’Anda) di rumahnya? Karena aku tidak terlalu ingat arah rumah K’Anda. Dan ternyata Y2n mau saja menamaniku. Karena BT aku kembali menelpon Wi2n menanyakan berapa lama kepastian aku harus menunggu? Ternyata Om Nofri (orang yang memegang kunci PH) datang setelah makan siang…. Damn!
Maka aku segera menuju rumah Y2n. Setelah beberapa menit berbincang-bincang kecil, kami segera kembali menuju PH, begitu selesai sholat Dzuhur. Betul saja, sesampainya di sana, ternyata PH sudah terbuka, aku bahagia. Tapi….ternyata Wi2n sangat bodoh…kemarin ternyata dia meng-capture dokumentasi di komputer standar yang tidak punya CD-R dan software MPEG. Kulihat kapasitas dokumentasi itu ternyata 3G. Bagaimana harus memindahkan dokumentasi itu ke komputer Editing?? FD (Flash Disk-ku yang 4G yang biasanya ku bawa kemana-mana, sama halnya seperti aku harus menggunakan jam tangan, membawa hp, dan sebuah buku bacaan—barang wajib di bawa) dipinjam sama teman kampusku dan belum dikembalikan! Astaga!!!!! Satu-satunya cara hanya membuka HDD komputer standar dan di gandeng ke komputer editing, tapi itu terlalu ribet, atau dengan menemukan siapa saja yang memiliki HDD eksternal…Aku menelfon Wi2n dan menyuruhnya datang untuk membawa HDD eksternalnya. Tapi rupanya dia punya acara sendiri dan sekarang tidak lagi berada di rumah, sementara HDDnya ada di rumah.Tapi dia kembali berjanji bahwa ia akan datang ke PH untuk membawa HDDnya….
Aku dan Y2n kembali menunggu…Aku sempat kecewa, sebab kupikir hari minggu ini aku bisa menyelesaikan semuanya sampai siang dan kemudian kembali ke rumah lalu tidur (sebab, semalam kurang tidur) lalu sorenya bisa menepati janji untuk menjenguk Ibu sahabatku di R.S…tapi ternyata sepetinya tidak!!
Jam 14.12, aku dan Y2n mulai kelaparan, kami pergi ke warung bakso (langgananku yang ada di dekat PH), ternyata TUTUP!!! Astaga! Kemudian akhirnya aku naik becak menuju Rumah Makan.. Hampir setengah empat, aku dan Y2n kembali ke PH dengan perut kenyang…Tapi Wi2n tetap belum nampak! Aku dan Y2n mulai haus lagi…kami beli lagi minuman dan beberapa cemilan. Menunggu….Bergosip….sempat juga Pacarku menelpon beberapa kali.
Akhirnya, sudah sore benerrrr. Dengan perasaan galau dan sudah kondisi badan yang capek, aku mengusulkan pada Y2n, bagaimana kalau kita pulang saja ke rumahku dan mengambil HDD eksternal ayahku di rumah (catatan: sebelumnya aku sudah punya pikiran ini tapi, mengingat ayahku sangat sensitif dengan HDDnya maka, tekad ini sempat kuurungkan). Tapi….rumahku jaraknya tidak dekat. Harus beberapa kali menyambung angkot dan becak. Ongkos juga sisa 17ribu. Hehe…aku teringat uang 50ribu yang ada dilemariku, aku mengusulkan untuk naik taxi saja, dan di rumah baru dibayar…Begitu HDD dan ongkos Taxi sudah di tangan, aku menelpon sahabatku ; Maya, Anna, Fitri bahwa aku terpkasa membatalkan lagi janji untuk ke R.S (inilah pembatalan janji yang kedua kalinya, setelah kemrain juga tidak jadi karena hujan deras).Mereka memaklumi dan berjanji lagi BESOK PASTI JADI!! ^_^’
Sampai di PH, aku segera memindahkan hasil capture bodohnya Wi2n ke HDD dan segera di MPEG di komputer editing, lalu ekspor ke Disc. Selesai!
Sudah pukul 5sore mungkin…aku dan Y2n segara terjun ke rumah K’Anda dengan menggunakan becak. Di tengah jalan, K’Anda menelpon ke HP GSMku, dengan tergopoh-gopoh aku merogoh saku celanaku untuk mengambil HPku dan menerima telpon K’Anda menyakinkan beliau bahwa aku sudah berada di jalan menuju rumahnya. Sampai disana, aku menemukan keganjilan lain….ternyata aku lupa Mini dv–original dokumentasinya di PH!!! Hiks…hiks…hiks…Aku kembali ke PH dengan becak yang sama dan ‘menitip’ Y2n di rumah K’Anda (udah g enak bgt seh sm Y2n–pasti kecapean)..
Sampai di PH, aku kembali bingung…dimanakah HP GSMku?? Jadi dengan menggunakan HP CDMA-ku aku menelpon GSM,
Seorang cowok    : "Halo…halo…"
Aku (dengan keheranan) : "Halo….HPku…di mana kah kau ini?"
Seorang cowok    : "Ya ini, di rajawali (alamat rumah K’Anda)"
Aku        : "Oo..berarti aman dounk, ini dirumahnya K’Anda khan? (pikiranku ini suaminya K;Anda neh) Tunggu aku y!"
Seorang cowok    : "Kenapa, tadi bilang apa?"
Aku        : "Tungguka’ meka kembali ji ke rajawali…saya kira hilangki hpku"
Seorang cowok    : "Ok!"
Lega….akrhinya hari ini selsai sudah…pikirku…
Sampai durmah K’Anda, aku menunggu komentar suami K’Anda tentang telp tadi..tapi dia diam saja. (Nah Lho!!!), dengan hati-hati aku bertanya
Aku        : "Ka’…hpQ mana?"
Suami K’Anda    : "HP, hp yang mana?"
firasatku mulai nggak enak…
Aku        : "Lho, bukannya tadi Qta angkatki telpku? Sambil bilang adaQ di Rajawali…di rumahnya K’Anda?"
Suami K"Anda mulai kebingungan…(Aku apalagi)
Suami K’Anda    : "Wah…yang mana ya? Aku nggak angkat hp siapa-siapa"
Ya…ya…ya…ya….aku mulai keringat dingin, aku mulai cemas. Y2n dan K’Anda keluar dari kamar K’Anda sambil pasang wajah keheranan. Ternyata aku harus benar-benar menerima kenyataan ternyata aku memang sudah kehilangan HP GSM-Ku…Segera ku tukar nomor felxi pasca bayar dengan nomor flexi pra baya dan menelpon kembali nomor GSM…sudah tidak aktif! Fuck!! Lalu, aku berfikir siapa orang pertama yang harus aku kasih tahu tentang kehilanganku ini…tidak mungkin orang rumah (takut bho), jadi aku menelpon pacarku yang nun jauh di sana!! Kena omelan…yah, kena omelan dikit tapi aku merasa layak mendapatkannya…
Dengan tubuh yang letih, pikiran yang penat, duit yang terkuras banyak, wajah yang tebal debu, aku dudik lemas masih dengan senyum. Aku menanyakan di mana kamar mandi, dan segera mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat maghrib…
Setelah itu aku dan Y2n pulang ke rumah Y2n. Y2n meminjamkan sebuah tas miliknya, sebab ia melihat ia hendak mengembalikan majalah dan novel yang dia pinjam dariku dan melihat aku terlalu banyak membawa barang-barang. Setelah itu aku pulang ke rumah dengan naik angkot!!!
Tidak ada duit yang tersisa… Habis bener 90ribu dalam sehari hanya untuk ongkos dan makan.
Sampai dirumah, aku langsung mandi dan tertidur dengan pulasnya…aku kecapean…
Pukul 9, aku mengirim sms ke pacarku dan mengatakan bahwa aku tidak bisa OL sebab, aku benar-benar letih…belum ada jawaban…Pukul 10 lewat, sms pacarku masuk dan menanyakan kenapa aku capek? Aku jawab karena bolak-balik. Ditanya lagi oleh dia, bolak-balik?, tidak ku jawab (karena sudah ketiduran). Dia sms lagi ‘alooo’…rupanya dia menunggu balasan sms-nya….dengan sisa tenaga yang ada ku jawab lagi "capek td, plg ke rumah, tapi balik lagi ke PH, truz ke rumah senior" (tidak sanggup aku menjelaskan semuanya, sementara aku sadar pacarku ini analisisnya tanggi dan membutuhkan jawaban yang konkrit). Setelah itu tidak ada lagi balasan apa-apa….hhh…aku tertidur pulas….
Dalam tidurku, aku merasa tidak marah. Tidak marah pada Wi2n yang gagal menepati janjinya, tidak marah pada pacarku yang mengomeliku dan harapan yang gagal bahwa dia akan mengirimi aku sms dengan kata-kata yang bisa menyemangati atau sedikit menghibur, tidak marah pada seorang cowok misterius yang ‘kebetulan’ menemukan HPku…Aku terlalu capek untuk marah atau kesali, terlalu capek untuk mengadu pada orang rumah tentang kehilangan hp. Aku sama sekali  tidak memiliki rasa  marah, atau kesal sebab, mungkin ini salah satu resiko  bila kita tulus melunasi tanggung jawab dan janji kita pada seseorang. Tapi aku tidak cukup capek untuk menyesali kebodohanku hari ini…

Pantai Losari

Uncategorized No Comments »

Salah satu ciri khas kota Makassar adalah Pantai Losari….Memang sech semua kota pasti punya pantai…nah apalagi kata Troy yg reze —> Makassar kasian y, cm punya 1 pantai…hehehe…Enak aj… Pantai di Makassar banyak koq Honey.. :P
Tp Pantai Losari itu beda, (dari mananya, coba?) (apana yg unik Sar?)..
Sabar…sabar….jadi gini y…Pantai Losari itu banyak menyimpan kenangan (ce ille, kenangan apa tugh ^_^’)…Ehm…kenangan waktu aQ masih kecil, truz nongkrong bareng keluargaQ…dan sampai sekarang situasi keluargaQ kalo lagi nongkrong di sana, g pernah berubah..ttp sm.. (sama apanya?) Sama…diem-diem melulu (hahaha)…Iyyya tucgh…keluargaQ klo ke sana suka dieeemmm melulu, truz mkn seuatu yg kebetulan lewat.. :P
udah ah…nich Qta lht aj Pantai Losari kayak apaan…
Losari

Jaman doloe…pantai Losari kayak gini model-na (sayang gambarnya udah g ad lg)…
Semua gerobak yang gede-gede majang di "etalase Pantai Losari" n hasilnya jadi kayak jualan yang panjang banget…meskipun smw jajajanan yang ditawarkan g jauh beda antar satu gerobak dgn gerobak lain, (plg2 nasi goreng-mie goreng-mie kuah-pisang epe-aneka juice, dll), Tp suasananya cozzy bwget, soalna bs kemek (makan) sambil liatin ombak…hhh adem…truz seringkali pengamen jg datang (nech mesti sabar2 menghadapi pengamen yg jumlahnya g sedikit)….hilir mudik pengunjung, suara bising kendaraan, suara sumringah banyak org, bnr2 memberi warna tersendiri..aQ suka :)
Tp g lama setelah itu, pinggiran pantai ludes!!! Yah…gerobak terpanjang itu udah pindah (tepatnya di gusur ke t4 yg menurut pemerintah lbh layak), pemerintah menyediakan lahan khusus (menutupi beberapa bagian lautan n mendirikan tenda-tenda untuk smw pemilik gerobak, kesannya jadi kayak cafe’ yg di pinggirnya ad tembok, jd g bs liat laut)…awalnya memang banyak protes yg datang, tp toch akhirnya pemindahan gerobak2 ini tetap terlaksana sampai menghilangkan taman bermain, yang awalnya adan ayunan, seloncoran, dll yang dulu menjadi tempat terfavorit semua anak2 kecil
. Pemindahan ini dilakukan dengan alasan…PK5 telah mencemarkan kondisi laut di Pantai Losari, karena sampah yang berserakan, dan sebagai penataan Pantai Losari yang lebih baik.
Seiring dengan perubahan yang terjadi. Semakin lama, justru perubahan itu kian marak…Beberapa diantaranya adalah pembuatan jembatan panjang yang membelah Pantai LosBagus_kok007ari menuju Daerah Tanjung (Mall GTC , MCC, dll)….Jembatan ini memang telah dirasakan keberadaannya, sebab jarak daerah tersebut yang tadinya jauh jadi lebih mudah dijangkau. Setelah jembatan dan lahan untuk Gerobak2 itu menutupi laut Pantai Losari, berikutnya adalah pembanungan Anjungan…Yang lagi-lagi menimbun lautan…Sambil membawa janji bukan untuk komersialisasi…tp katanya untuk masyarakat n keindahan Pantai Losari sendiri…Ternyata sampai sekarang, kenyataan yang terjadi tidak 100% benar!
Bagus_kok011_2

(Inti Pembicaraan)Tempat parkir untuk anjungan & lahan gerobak ttp ongkosssss, Gerobak yg dulu udah pindah, tp pencemaran di Laut justru semakin parrrahhh, Pemilik lcafe’/gerobak jg smkn banyak gulung tikarrr—semakin sepi sech sjk pindah lahan
—-, jembatan panjang yang membelah Lautan Pantai Losari dijadikan ajang prostitusi, soalna t4-nya gelap…Nah lho…menurut Qlian sp yg harus bertanggung jawab terhadap perubahan Pantai Losari sekarang??
aQ rindu sama suasana jajanan terpanjang sepnjang pesisiran Pantai Losari, keruwetan pengunjung, hilir mudik pengamen, dan makan Nasi Goreng sambil Liatin laut….

My Parents

Uncategorized 1 Comment »

Tahukah kau berapa banyak bait puisi yang selalu aku dendangkan setiap kali aku melangkah melewati pintu kamar kedua orang tuaku? Atau seberapa banyak doa
yang aku panjatkan setiap kali mataku berkedip spontan saat aku melihat kedua orang tuaku? Atau pun seberapa banyak harapan yang aku gantungkan di setiap
nafasku ketika aku menyebut kedua nama orang tuaku?
Sakit yang paling tidak bisa aku lupakan sampai kapanpun adalah ketika aku harus melihat tangisan kedua orang tuaku…
1999…Ayahku difitnah oleh kerabatnya sendiri, diberitakan bahwa ayahku yang tercinta telah mencuri perangkat PC…Dua orang manusia berjenis kelamin pria
dengan seragam Polisi "bertamu" tanpa senyum, matanya tajam menyeringai, duduk manis layaknya seorang perdana menteri. Minuman aku hidangkan tanpa
ikhlas, suaranya berat, … aku menunggu dari dinding kamarku, tiba-tiba aku mendengar suara berat nan parau itu berteriak, menggertak….aku keluar dari kamar, aku
melihat jari telunjuk kedua polisi teracung ke wajah ayahku….Aku marah, aku benci, aku memaki dalam hati,….tapi kesabaran ayahku yang tetap duduk tenang di
kursinya, meluluhkan emosiku…Dia tidak bersalah Tuhan….Ayahku adalah yang terbaik dari yang terbaik…Sampai polisi pamitan pulang, aku ingin meludahi
wajahnya yang tengik! Dengan "sopan", Polisi itu meminta beberapa rupiah saja untuk ongkos cape’ membentak dan sebagai ongkos jalan karena "diundang"
kerumahku…Dengan kedaaan ekonomi yang susah, ayahku tercinta celingak-celinguk merogoh kantong celananya, kemudian beliau berbalik ke arahku, kuserahkan
beberapa rupiah yang aku miliki……"itu uang jajanku utnuk besok Yah…." dalam hati, aku hanya menggumam….Kedua "tamu" itu pergi dengan biasa-biasa

saja……dalam hati aku kembali berkata,.."Jangan pernah acungkan jari telunjukmu ke ayahku, DI RUMAHKU SENDIRI!"…Aparat keamanan yang bobrok dan tidak

tahu malu! Wajah Indonesia!!!
2008…Ibuku tercinta….terkasih….perempuan terbaik yang pernah aku sayangi….Hacker atau Cracker membobol dua rekeningnya sekaligus….salah satunya adalah

rekening Yayasan Ayahanda tercinta yang selama ini digunakan untuk keperluan mulia oleh yayayasan…dan satu rekening investasi setelah bertahun-tahun Ayahku

bercucur keringat untuk masa depan aku dan saudara-saudaraku…Raib hanya dalam hitungan detik….Dan aku harus akui kehebatan, kelihaian, dan kecepatan

hacker/cracker di dunia cyber…cyber crime atau kejahatan di dunia cyber hukumnya belum pasti…masih tanggung 1000bahasa, tidak jua jelas, tapi dampak dari

hacking sungguh memilukan…Tangisan ibuku menyakiti hatiku yang terdalam, kugenggam tangannya sambil gemetar, ku berikan segelas air putih berharap bisa

menenangkan hatinya…tapi beliau tak juga tenang…JIka Ibu memang harus menangis di antara pilihanku….aku memilih ibu menangis karena kenakalanku, karena

dosaku…agar Tuhan memberi dosa besar pada hidupku, agar aku bisa melukai diriku sendiri, aku bisa mencakar wajahku, aku bisa meremukkan tulangku sendiri,

atau aku bisa menampar wajahku sendiri….tapi bila ia menangis karena seorang hacker/cracker…..bagaimana aku bisa meninju wajah seseorang itu…….Wahai

hacker/cracker seseorang yang tengah ditakuti oleh masyarakat dunia….seorang yang harus sangat bersyukur berkat kecerdasan dan kemampuan yang sangat

menganggumkan….Aku seorang mahasiswi STMIK, tidak pernah ragu mengakui betapa kerennya sosok seorang hacker/cracker dengan logika berfikir yang fantastis

tp subhanllah, sebenarnya telah melukai siapa saja yang menjadi korbannya….
Aku mohon Tuhan dengan amat sangat….jangan biarkan apapun dan siapapun mengusik kebahagiaan kedua orang yang paling aku cintai melebihi nyawaku

sendiri..Aku takkan pernah bisa menerima….

Guru—Ku

Uncategorized 3 Comments »

Tau nggak sich, akhir-akhir ini kalo nonton sinetron remaja sekarang, koq gue jadi sedikit prihatin sama pemeran dan tokoh yang dilakoni dalam sinetron tersebut, apalagi kalau tokoh yang dilakoni itu adalah seorang guru. Kebanyakan dalam sinetron remaja yang ceritanya masih SD sampe SMU, si guru digambarkan sebagai seseorang yang ‘idiot’lah, ‘tukang bersin’lah,’gagap’lah dan yang pasti gampang banget dimain-mainin sama tokoh-tokoh si murid.
Coba pikir, kenapa sech karakter seorang guru harus segampang itu diremehin dalam sebuah adegan. Ini memang kelihatannya sepele tapi sebenarnya membuat miris hati kita yang sadar betul akan peranan seorang guru dalam memajukan pendidikan di negara kita. Coba merem untuk beberapa saat, renungin diluar daripada demo-nya guru-guru untuk peningkatan taraf hidup mereka…bayangin bagaimana jasa-jasa mereka. Tau donk, ada juga guru yang rela nggak dibayar untuk menyalurkan ilmu mereka, bahkan ada juga si guru yang membangun sekolah untuk anak-anak jalanan di bawah kolong jembatan. Bukankah, jasa dan pengorbanan serta patriotisme seorang guru itu patut kita tinggikan kodratnya…bukannya merendahkan ‘gelar tanpa jasa’ itu dengan menciptakan sosok guru menjadi bahan ejekan dan memperlihatkan betapa bodohnya sang guru di mata murid-muridnya….
Benar-benar, suatu perkembangan yang tidak ’sehat’ untuk komsumsi para remaja dan anak-anak. Benarkah guru hanya terlihat sebagai figur yang jadul, bahan lawakan dan terbatas seperti yang ada di dalam sinetron-sinetron???


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in