Long Distancejauhnya
Uncategorized February 20th, 2008Akupun nggak pernah befikir bakal dapat pacar jauhnya minta ampun… Banyak rintangan dan memang nggak ringan menjalaninya, ada saja pikiran yang nggak2..mislanya tiba2 Kita malah mikir, dia lagi ngapain-lg jalan sm sp, dll. Kita bahkan selalu mau tahu aja urusan dia. Cemburu atau egois itu porsinya serasa jadi lebih gede dibanding porsi yang seharusnya.
Pelan-pelan, aku yang belakangan hobi YM&Chat harus tahu diri, nggak usah diingetin. Sesuatu harus dibatasi. Yang terpenting sebenarnya bagi aku pribadi, adalah nggak melakukan sesuatu yang membuat pacar kita merasakan apa yang udah kita rasakan (dan perasaan tsb nggak enak!). Misalnya, ketika pacar kita cuekin kita karena keasyikan ngobrol sm tmnnnya–kita nggak usah balas nyuekin (coz kita udah rasa, rasanya g enak!), atau saat kita ngerasa was2 karena pacar kita tmn2nya banyak malah tukeran nomor hp pula—Qta g usah menambah daftar teman seheboh2 banget sambil masang nomor hp (sebab kita tahu rasanya juga g enak!)
Pelan tapi pasti, aku sedikit mengurangi hal-hal yang tadinya bebas aku lakukan, karena jomblo. Jauh….mengenai jarak, memang betul kita bisa saja ngelakuin apa aja tanpa perlu takut diintai, tapi balik lagi ke "rasa", bagaimana rasanya kalo pacar yang ingin kita percayai juga ada main di kota nun jauh di sana tanpa pengawasan kita? G enak?! Ya Iyyalllah…so, apapun yang kita kerjakan akan lbh baik klo kita bisa SADAR DIRI euy…Terlepas dari berapa besar kepercayaan yang sang pacar berikan ke kita, sebab itulah resiko alias harga mati pacaran jarak jauh. Percaya seperti yang ingin kita percayai dan berlaku-lah agar layak dipercaya…