My Parents
Uncategorized February 6th, 2008Tahukah kau berapa banyak bait puisi yang selalu aku dendangkan setiap kali aku melangkah melewati pintu kamar kedua orang tuaku? Atau seberapa banyak doa
yang aku panjatkan setiap kali mataku berkedip spontan saat aku melihat kedua orang tuaku? Atau pun seberapa banyak harapan yang aku gantungkan di setiap
nafasku ketika aku menyebut kedua nama orang tuaku?
Sakit yang paling tidak bisa aku lupakan sampai kapanpun adalah ketika aku harus melihat tangisan kedua orang tuaku…
1999…Ayahku difitnah oleh kerabatnya sendiri, diberitakan bahwa ayahku yang tercinta telah mencuri perangkat PC…Dua orang manusia berjenis kelamin pria
dengan seragam Polisi "bertamu" tanpa senyum, matanya tajam menyeringai, duduk manis layaknya seorang perdana menteri. Minuman aku hidangkan tanpa
ikhlas, suaranya berat, … aku menunggu dari dinding kamarku, tiba-tiba aku mendengar suara berat nan parau itu berteriak, menggertak….aku keluar dari kamar, aku
melihat jari telunjuk kedua polisi teracung ke wajah ayahku….Aku marah, aku benci, aku memaki dalam hati,….tapi kesabaran ayahku yang tetap duduk tenang di
kursinya, meluluhkan emosiku…Dia tidak bersalah Tuhan….Ayahku adalah yang terbaik dari yang terbaik…Sampai polisi pamitan pulang, aku ingin meludahi
wajahnya yang tengik! Dengan "sopan", Polisi itu meminta beberapa rupiah saja untuk ongkos cape’ membentak dan sebagai ongkos jalan karena "diundang"
kerumahku…Dengan kedaaan ekonomi yang susah, ayahku tercinta celingak-celinguk merogoh kantong celananya, kemudian beliau berbalik ke arahku, kuserahkan
beberapa rupiah yang aku miliki……"itu uang jajanku utnuk besok Yah…." dalam hati, aku hanya menggumam….Kedua "tamu" itu pergi dengan biasa-biasa
saja……dalam hati aku kembali berkata,.."Jangan pernah acungkan jari telunjukmu ke ayahku, DI RUMAHKU SENDIRI!"…Aparat keamanan yang bobrok dan tidak
tahu malu! Wajah Indonesia!!!
2008…Ibuku tercinta….terkasih….perempuan terbaik yang pernah aku sayangi….Hacker atau Cracker membobol dua rekeningnya sekaligus….salah satunya adalah
rekening Yayasan Ayahanda tercinta yang selama ini digunakan untuk keperluan mulia oleh yayayasan…dan satu rekening investasi setelah bertahun-tahun Ayahku
bercucur keringat untuk masa depan aku dan saudara-saudaraku…Raib hanya dalam hitungan detik….Dan aku harus akui kehebatan, kelihaian, dan kecepatan
hacker/cracker di dunia cyber…cyber crime atau kejahatan di dunia cyber hukumnya belum pasti…masih tanggung 1000bahasa, tidak jua jelas, tapi dampak dari
hacking sungguh memilukan…Tangisan ibuku menyakiti hatiku yang terdalam, kugenggam tangannya sambil gemetar, ku berikan segelas air putih berharap bisa
menenangkan hatinya…tapi beliau tak juga tenang…JIka Ibu memang harus menangis di antara pilihanku….aku memilih ibu menangis karena kenakalanku, karena
dosaku…agar Tuhan memberi dosa besar pada hidupku, agar aku bisa melukai diriku sendiri, aku bisa mencakar wajahku, aku bisa meremukkan tulangku sendiri,
atau aku bisa menampar wajahku sendiri….tapi bila ia menangis karena seorang hacker/cracker…..bagaimana aku bisa meninju wajah seseorang itu…….Wahai
hacker/cracker seseorang yang tengah ditakuti oleh masyarakat dunia….seorang yang harus sangat bersyukur berkat kecerdasan dan kemampuan yang sangat
menganggumkan….Aku seorang mahasiswi STMIK, tidak pernah ragu mengakui betapa kerennya sosok seorang hacker/cracker dengan logika berfikir yang fantastis
tp subhanllah, sebenarnya telah melukai siapa saja yang menjadi korbannya….
Aku mohon Tuhan dengan amat sangat….jangan biarkan apapun dan siapapun mengusik kebahagiaan kedua orang yang paling aku cintai melebihi nyawaku
sendiri..Aku takkan pernah bisa menerima….
February 6th, 2008 at 12:17 pm
Yang sabar yah…