BeRrrAaaTttt…

Uncategorized 2 Comments »

Begine…begine….klo ditanya hal paling terberat apa yang saya alami selama liburan panjang alias di saat lagi megang gelar "Pengacara = Pengangguran Tidak Ada Acara, pdhl biasanya Pengangguran Banyak Acara tuch!) Hehe..
Well, harus aQ tuang uneg alias nyampah (istilah blogger WP), apa yg gw alami slm jadi pengacara ini. aQ enekqqqqgghhh banget sm yang namanya Infotaiment, bosan bgt liet mukana’ Mayangsari-Bambang, Mama’na’ Alm. Ferry Ardyansyah!!! Paling bosan jg liat komentar ttg A2C (Ayat2 Cinta)—yg ini, ad di mana sj, ad di blog smw blogger, termasuk gwe!–
Terus paling malas liet acara reality show-nya Indosiar n RCTI (Mama Mia berbagai versi, n Idola Cilik berbagai versi juga)….wahhh acara yg ini, kayak g ad PD-nya aja, sekenanya koment n saling nge-hina sesama pengisi acara, ngebiarin si kontestan berdiri lama2 kyk org bego, truz di MC sibuk mondar-mandir, ngebalakangin kamera lha, duduk di pinggir stage lha (klo mw, sbrnya ada etika (org penyiaran yg bermutu pasti tahu aturan2 penyiaran dan produksi acara) ^_^’ Bahkan smpe memakan waktu ngalahin bioskopnya trans tv aja…hehe…
Pokoknya gwe udah lihat Mama mia maen, sebelum gw nge-net bwt date sm cowQ. Bayangin smpe gw selesai-pun, kdg2 acara itu belum jg kelarrr… ckck…ck..Gwe jd pensaran nungguin nama kru kerabat kerja—-nyari PD—-
Intinya memang, cm komersialisasi tanpa memperhatikan ketentuan durasi Penyiaran Produksi khusus Hiburan yang biasanya memiliki waktu sampe 1 jam sj, truz mengedepankan ocehan dan ejekan sang MC sama Komentator–seolah kontestan cm jadi bagian ke-dua dari acara tersebut! Belum lagi peserta yang aneh2. Alias smw org kayaknya sdh bs jd penyanyi!
Mulai dari anak-anak yg nyanyiin lgu2 org dewasa, pemain sinetron, keluarga artis/model, sampe para medis-pun nebenk polling sms bwt jd idola! Apa-apan ini?!
Gara2 komentator dan perdebatan para komentator VS MC, sering gw denger anak2 kecil jd ngeluarin ‘kata2′ yang ‘g layak’…
Ok..ok…blum lg, selama jadi pengacara, aQ juga sibuk showing around ke banyak blog, n gelihat berita terbaru / tulisan terbaru yang tiap menit di up date. Hmm..sampe aQ kecapean sendiri. Ini tidak menjadi masalah bwtQ, coz bs nambah wawasanQ, tp g dipungkiri kdg herran jg aQ sm para blogger yg koment n posting nyampah yang g penting bwgt, atw karena g pnting bgwt jd di koment? G tahu-lah…hahaha, atw hal yg cm bbrp kata aj tiba2 bs jd perdebatan yg panjang ke sesama blogger sampai 300 koment lebih! Wallah!!!
Atw ngeliat banyak topik yang kembar di blog…..Macam flim fitna aj, Qta bs nemuin 67 blog yang membahasnya, ataw A2C, 114 blog yg membahasnya….
Hahaha….di situ mungkin keunikannya blog. Truz pembahasan ttg Anti Generasi Friendster dan Generasi Friendster juga serrru abis —Gw netral, berhubung gw blogger WP n punya account di FS jg—, atw kisah seru nya Roy Suryo dgn pakar2 hebat Blogger…
Ini smw-lah yang gw lihat dan temui sepanjang gwe jadi pengacara sekarang ini….
Suitt….suit…intina–
1. Acara Reality Show ‘penyanyi dadakan’ berlomba-lomba g jelas tujuannya apa, selain komersialisasi tanpa mutu dan kualitas. Baik dr kualitas kontestan itu sendiri, dan mutu dari materi produksi yang dikerjain sm Kru Kerabat Kerja+PD yang asal-asalan.
2. Tema terbanyak di blog, adalah A2C, Roy Suryo vs Blogger, Flim Fitna yg bener2 memfitnah, Foto Guy Evan Sanders, Foto telanjang Sandra Dewi, Gizi Buruk, Susu Bakteri, Tips-tips menjalani pernikahan, Persaingan Operator, Cara membuat saos tomat, kandungan Cocacola Zero, dan Jatuh cinta sesama Blogger!!!
3. Infotaiment bener2 buat gw Muntah!

Do You Believe It?

Uncategorized No Comments »

Hari ini, aQ menemani salah seorangtemanQ ke rumah tantenya di daerah Sungguminasa Gowa. Sesampainya disana, ternyat aia punya tujuan lain. Ia hendak menemui ‘orang pintar’. ‘Orang pintar’ adalah sebutan atau istilah agi seseorang lain dalam ilmu gaib atau sesuatu yang berada di bawah alam sadar manusia. temanku dan orang-orang didaerah tersebut memanggilnya Dg. Tobo. Sebut juga temanQ **** saja. OKey?!
Untuk sampai disana, Qmi harus mengguinakan angkot jurusan Sungguminasa Gowa (untuk pertama kalinya aQ naik angkot jurusan ini!). Cukup jauh memang, setelah melewati lapngan Syekh Yusuf, Qmi harus naik becak untuk bisa masuk ke jalanan yang lumayan kecil dibanding jalan yang Qmi lewati sebelumnya. Melewati area perkuburan Qmi menemukan tinkungan kecil menuju perkampungan warga. Rumah Dg. Tobo ternyata tidak terlalu jauh dari tikungan tersebut. Seorang gadis belia berbaju hitam dengan celana trainning merah tengah duduk bersantai di depan sebuah rumah kecil. Rumah bercat pink dengan tanpa tembok pembatas antara tetangga dan pagar, hanya ada pembtasa teras yang tingginya mencapai pinggang orang dewasa. Seklias aQ meihat ada ‘2 tamu/pasien’ di ruang tamu. Dua orang pria, 1orang paru baya dan seorang lagi sekitar umur 30-an dengan kumisnya yang berantakan.
**** kemudian bertanya pada gadis berbaju hitam tadi "Ada Dg. Tobo?" katanya sambil duduk di pembtasa teras yang sudah sedikit hancur sana-sini. aQ mengikuti **** untuk duduk di pembatas teras tersebut. Sambil memandangi tamu yang ada di dalam. Ada rasa penasaran. aQ kemudian bertanya apada ^^^^. Kenapa ia mau datang ke sini? Tapi aQ melihat gadis berbaju hitam tsb tersenyum kemudian menjawab pertanyaan ****, "Dg. Tobo sedang ke rumah di belakang. Sebentar lagi datang. Duduk meki dulu. Tunggui saja". aQ dan **** hanya tersenyum tipis. Dan **** menjawab pertanyaanku "karena saya mau tahu, bagaiamana selanjutnya anatara aQ dan suamiQ saat ini". aQ menagngguk pelan. Kemudian **** mengajakku ke warung sebelah rumah Dg. Tobo. Nampak **** membeli dua buah lilin kecil berwarna merah dan sebuah telur ayam mentah, aQ kemudian membeli satu gelas air mineral (aQ suka pusing dan mual klo naik angkot). Setelah itu, Qmi  kembali ke rumah Dg. Tobo.
"**, kenapa beli lilin dan telur?" Tanyaku sambil meneguk cepat air mineralQ
"Memang pake lilin dan telur sayang…" Jawabnya pelan.
Tidak berapa lama kemudian, Dg. Tobo datang. Lelaki kurus dengan menegnakan kopian, baju berwarna coklat dan celana kain hitam. Dia tersenyum kepada Qmi dan kepada dua orang lelaki yang ada di ruang tamu. Setelah itu Qmi sema dipersilahkan masuik bersamaan.
"Boleh juga nich, aQ masuk?" Tanyaku berbisik pada ****, **** hanya mengangguk pelan. Pelan aQ kemudian membuka sepatu kets putihQ, kemudian aQ menoleh, gaids berbaju hitam tadi sudah masuk ke rumah melewati pintu samping.
Semua telah  masuk ke rumah, pelan aQ masuk ke ruan tamu, lalu meletakkan air minumQ yang masih tersisa sedikit di atas meja ruang tamu…….—nalarQ bilang, aQ akan mebutuhkannya sebentar—– Hahaha!
Kemudian, Qmi masuk ke ruang tengah. Tidak ada kesan suram ataupun hawa-hawa mistik di ruangan berukuran 6 x 4 m itu. Tidak ada plafon di ruangan itu hingga ke bagian dapur. Plafon hanya sampai di ruang tamu yang berada di depan. Ada tangga kayu mneuju loteng sederhana di sudut pembatas ruang tengah ini dengan ruang tamu. Dan sebuah jendela di belakang Dg. Tobo. Hingga wajahnya hampir menjadi gelap karena membelakangi cahaya dari jendela. Ada sebuah kendi dengan tutupnya di sudut ruangan lainnya. Tidak ada benda mecolok kecuali kendi tersebut, dan sebuah guci kecil berisi arang, meja kecil dengan priring-piring kecil berisi serbuk-serbuk, dan sebuah baskom merah di depan Dg. Tobo. Dengan pelan, aQ dan **** duduk menghadap Dg. Tobo, dan dua lelaki tadi duduk di samping Dg. Tobo. Pria paru baya di samping pria berkumis tadi namapak menjelaskan alasan kedatangan mereka di rumah Dg. Tobo dalam bahasa Makassar —-aQ tidak mengerti—-, lalu aQ berbisik pelan ke ****,
"Bisakah kau menterjemahkan semua perkataan yang adi di ruangan ini untukQ?"
"Hahaha—tertawa pelan—- ok!" Kata **** sambil mengacungkan jempolnya.
Kemudian, aQ melihat pria berkumis tadi mengangkat pelan baju kaos yang dikenakannya sambil menunjuk bagian perutnya sebelah kiri.
"Dia bilang apa? Kenapaki itu?" Tanyaku pada ****
"Katanya bagian oerutnya itu selalu sakit. Walaupun sudah ke R.S, dan berobat tetap saja tidak sembuh. Perasaannya juga tidak enak" Jawab ****
Kemudian, Dg. Tobo mengambil guci kecilnya yang mengeluarkan asap akibat arang yang dibakar didalamnya. Kemudian, Dg. Tobo menyalakan lilin kecil di atas meja kecil. Mengambil air dari dalam kendi dan menuangkannya di dalam gelas kaca. Lalu diambilnya garam kasar, kemudian garam kasar tersebut ditaburi di atas guci berasap tersebut. Samar aQ mendengar Dg. Tobo melantunkan ayat-ayat al-Quran. Kemudian dengan tangan kanannya dia menutupi setengah guci hingga asap-asapnya melewati sela jari-jarinya. Kemudian, dia mengambil telur yang juga sudah dibawa oleh kedua pria tersebut. Lalu memegangi telur tersebut melewati asap. Nampak Dg, Tobo tengah konsentrasi. Kemudian, dia memecahkan pelan telur itu di pinggiran guci, lalu membuka bagian atas telur. Hingga telur tersebut terbuka setengahnya. Lalu dia masih memegangi telur tersebut di atas kepulan asap tipis. Setelah itu dia menuangkan isi telur ke dalam gelas kaca yang berisi air. Nampak kuning telur tersebut menyentuh dasar gelas dan warna putih telur mengembang di atasnya. Dg. Tobo mengambil gelas kaca tersebut kemudian sedikit membutuhkan penerangan dari cahaya jendela, dia seakan menerawangi telur dalam gelas kaca tersebut. Lalu dia berbiacar dengan kedua pria tersebut dalam bahasa makassar yang sama sekali tidak Qmenegerti!!! ^_^’
"Apa kata mereka…?!!!" Gemes aQ bertanya pada ****.\
Kira-kira begini isi pembicaraan mereka menurut ****
Dg Tobo :"Ada yang ‘kirim’/guna-guna…"
Pria paru baya : " Astaga, jadi..?"
Dg. Tobo :"PernahQ kerja di Bone?" Tanyanya pada pria berkumis
Pria berkumis :"iya. 3 tahun yang lalu"
Dg. Tobo :"Ada pacarTa’ datau orang yang ndak suka sama kita di sana. Jadi dia kirim"
Pria berkumis tiba-tiba menunduk pelan : "Siapa di’….tapi…"
Terdengar jelas pria berkumis nampak ragu
"Ada barangkali pacarTa’ di sana…hehe" **** ikut campur juga.
Pria paru baya : "Ada barangkali ko kasih sakit hati cewekmu di sana!"
Pria paru baya melirik ke arahQ, karena dari tadi aQ hanya bisik-bisik dan mau tahu aja pembicaraan mereka melalui si kamus bahasa daerah berjalan, ****. aQ lalu etrsenyum simpul dan menunduk sedikit. Kemudian pria paru baya, menjeleaskan dalam bahasa Indonesia kepadaku..
"Ini keluargaku juga (menunjuk ke pria berkumis), pernah juga ada anakku yang kena guna-guna, jadi kuobati disini. Alhamdulillah sembuhmi" Jelas sekali pria paru baya ini tahu, aku masih tidak percaya dengan semua ini… -_-
Kemudian, Dg. tobo meminta pria berkumis untuk duduk menghadap ke arahnya. Lalu Dg. Tobo memegangi bagian perut yang sakit sambil berdzikir. Pria berkumis tadi kontan seperti nampak menahan rasa sakit. Tiba-tiba kakinya bergetar hebat. aQ tercengan juga melihatnya. Kemudian Dg. Tobo tertawa pelan lalu berkata lagi dalam bahasa Makassar —doyan amat sich pk bahasa Makassar—
"Nich…nich…ada sesuatu memang dalam tubuh Qmu, Qmu nggak negrasa apa-apa khan dengan bergetarnya seluruh kaki Qmu ini?!". Pria berkumis hanya mengangguk keheranan.
Setelah itu Dg. Tobo mengambil sebotol air minum berukuran besar dan menuangkannya di dalam baskom bersih yang baru diambilnya dari dapur sederhana. Lalu dia mengambil sebuah benda mirip keris berukuran kecil. Lalu digerakkannya benda tersebut di dalam air tersebut sambil melantukan doa-doa. Setelah itu dimasukkanya kembali air itu ke dalam botol semula. Lalu menyarankan agar pria berkumis tadi rutin meminum air tersebut. Setelah itu, pria baru baya menjabat tangan ‘tempel’ ke Dg. Tobo. Dg. Tobo lalu bersyahadat dan menciumi ‘hasil tempel’ tersebut dari kening - hidung - bibirya dan memasukkanya ke dalam kantun bajunya sambil berujar pelan "alhamdulillah"
Kini giliran ^^^^ yang diperiksan. aQ dan **** mnedekat. aQ pensaran! Dg. Tobo melakukan hal serupa seperti yang dilakukkanya pertama kali tadi. Dia mengambil air dari dalam kendi, menuangkannya ke dalam gelas kaca. Menyalakan lilin, menebarkan garam ke dalam guci. Lalu memecahkan telur di pinggiran guci, dan mencelupkan isi telur ke dalam gelas berisi air. Dengan posisi menerawang kembali. **** mnejelaskan perihal masalah yang tengah dialaminya. Syukurlah kali ini, **** dan Dg. Tobo bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia berlogat/berdialeg Makassar yang kental abis…
bla…bla…bla…bla….bla…——— aQ tidak perlu menjelaskan khan masalah ****?! Hmmm :) Setelah itu, **** di suruh duduk dengan kaki memanjang lurus ke depan. Dg. Tobo memegangi ujung jari jempol kanan ****. Tiba-tiba **** sedikit menangis.
"Sakit sekali kodoung.." Ujar ****
"Ada yang suka ya sama kau sekarang atau dekat sama kau sekarang?"
**** menjawab dan menjelaskan lagi masalahnya…bla…bla…bla…bla…
"Kau tidak bisa lupaki toh? Gelisahko selalu dan ada bagian ‘tertentu’ di badanmu yang selalu sakit toh?"
**** menjawab pelan "iya"
"Ada tahi lalat di ‘bagian itumu?’"
"Iya" Jawab ****
"Dia masuk melalui tanda itu….di bagian itu…"
Kemudian dia memegangi kening ****. **** sedikit menangis. aQ melihat dengan seksama, lebih tepatnya, Dg, Tobo hanya menunjuki pelan ke kening ****.
"Orang yang mengirimimu berasal dari ilmu di Galesong, hanya supaya Qmu tidak berhenti memikirkan dia dan Qmu menuruti semua keniginan dia…"
**** membuka matanya, dan melap air matanya, lalu menjawab pelan "Iya…memang begitu…"
"Apa yang saya berti tahu sama kamu, hanya berupa nasihat. Jodoh, mati dan sebagainya semua tetap Allah yang mengaturnya….Sebaiknya..kamu….bla…bla…bla…bla"
**** menangguk pelan. aQ melirik jam tanganku. Waktu sudah menunjukkan pukul 13.30. Sebentar lagi, rapat Study Club di kampus dimulai. Jadi aQ dan **** segera berpamit pulang…
Qmi segera berjalan menuju ruang tamu. aQ lalu mengambil kembali air mineral yang tadi sengaja aQ sisakan di atas meja ruang tamu. aQ lalu meneguknya dengan cepat.
Mau tahu nggak kenapa? Drtd aQ ngerasa nggak sabaran, ngerasa marah. G jelas banget khan?! Air mineral yang Qsimpan tadi benar-benar membantuQ. Kemudian begitu naik angkot, aQ tahu, aQ butuh sesuatu…yah…dzikir…
aQ sedang mikir, di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan perkembangan di sana-sini, sampai-sampai pergaulan pun semakin pesat dan sedikit melunturkan nilai-nilai budaya, tetapi di tengah pergolakan itu semua, petualangan di alam gaib ternyata belum juga ketinggalan terlalu jauh di belakang, alias kayaknya nggak bakal pernah mateee….ad aja penggemar2 tertentu dunia macam itu. Guna-guna atw santet, atw terwangan, atw ap kek belum juga ketinggalan zamannya. Hal yang kayaknya udah katro n norak banget ini masih dilirik sebgian oarang untuk dijadikan alternatif lain dalam menyelesaikan suatu masalah yang menurut sebagian orang juga nggak bisa diselesaikan!
Dg. Tobo bahkan sempat ngomong gini "Dukun paling bodoh adalah dukun yang mau aja ngebantu orang2 yang berprinsip —cinta di tolak, dukun bertindak—…
Subhanallah…..mari berfikir. Inilah salah satu pula rahasia Tuhan…
Mmm….

Belum ada judul

Uncategorized No Comments »

Hri ini sebenarnya masih perlu aku kedr. gigi, tp berhubung dr. giginya tutup, terpaksa dengan amat sangat, aku pergi saja ke kantor pace n akhirnya nebenk internet.

Karena nggak ada temen ngobrol di kantor, akhirnya dengan sok akrab aku samperin saja salah seorang anak PKL di bagian sekertaris pace. Amal SMU dari daerah/ Agak susah juga nyambungin percakapan sama dia/ Hehehe….

Sesaat sebelu, naik keruangan bagian pace ini, aku sempat nengok ke bagian redakso (berharap teman2 sebayaQ yang biasa ada di sana, tp tenyata nihil!)

Satu hal yang aQ BT banget singgah di kantor ini adalah karena saat aQ tengan ngetik ini. jari2Q sakit bho!!! aQ bingung sebenarnya aQ ini lagi ngetik dimana sich? Di atas keyboard atw di atas batu?!! Keyboardnya keras amat….

Mungkin emang gtu klo org bsnya cm nebenk y?! Hahaha…kemrn aj, pas lai doyan sepatu baru, ternyata Mama mau beliin, dengan perasaan riang gembira (manfaatkan kebaikan hati mama ayang  super duper langka), tp ternyata memang nasib lagi apes. Nggak ada sepatu yang bisa melu2hkan hati dan jiwaku…

Ya sudahlah, berhubung jari2Q yang indah ini udah bengkak sana-sini karena ngetik, mendng aQ udajhan ngetiknya.. :)

Biarlah Sepi By Sahara

Music No Comments »

sejenak-kah ku pandangi batas cakrawala
sang surya pun perlahan tinggalkan bayangan
ada setangkup rasa yang akan tertinggal
dan mungkin akan terus tertinggal jauh di sana

seakan aku terkunci tanpa dapat dan sempat bertanya

biarlah sepi mengurung diri
dan 1000 tanya yang ada
biarlah saja serangga malam menjadi temanku

hari-hari tetap sama
tanpa ada yang berubah
membuat diriku semakin kian tersudut

walau telah ku coba
‘tuk menepis semua namun yang ada hanyalah
ruangan yang hampa

biarlah sepi mengurung diri
1000 tanya yang ada
biarlah saja serangga malam senandung kan nada indah

kini aku tlah terbiasa merasakan semua yang ada
biarlah waktu yang akan bicaran

Iam a fuckin’

Poetry No Comments »

Dan ketika waktu itu telah tiba,
aku rela untuk beri seluruh hatiku
pada yang telah menyempurnakan malamku…

Dan ketika aku harus beranjak,
aku rela tunaikan seluruh kekuatanku
pada yang telah mengisi kekosongan dipagi hariku…

Dan ketika masa itu telah menjemput,
aku rela untuk persembahkan seluruh bahagiaku semasa hidup
pada yang telah menyejukkan siangku…

Dan ketika Dia menidurkanku,
aku rela mengganti semua doa dengan mimpinya
yang telah mengindahkan soreku…

Hanya itu yang aku bisa

Jalan Cinta By Sherina

Uncategorized No Comments »

Semua resah hati manusiamu
Untuk membagi kisah atas nama cinta
Butir air mata di setiap sujudmu seperti tak pernah cukup untuk menjagaku
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu…… Cinta yang semu

Kau hembuskan ayat-ayat cinta untukku
Di sela doa dalam malam-malam yang sunyi
Ampun yang engkau pinta dalam semua keraguan yg tlah meliputi jiwamu
Semoga akan membawa cintamu

Pada diriku dalam jalan dan ridho-Nya
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu….. Cinta yang semu

Kau hembuskan ayat-ayat cinta untukku
Di tengah terik matahari dan dinginnya malam
Kau panjatkan ayat-ayat cinta pada-Nya
Melindungi dan menjaga kisah cinta kita…

11 Januari

Music No Comments »

11 Januari bertemu
Menjalani kisah cinta ini
Naluri berkata engkaulah milikku

Bahagia selalu dimiliki
Bertahun menjalani bersamamu
Kunyatakan bahwa engkaulah jiwaku

Akulah penjagamu
Akulah pelindungmu
Akulah pendampingmu
Disetiap langkah-langkahmu

PERNAHKU MENYAKITI HATIMU
PERNAH KAU MELUPAKAN JANJI INI
SEMUA KARENA KITA INI MANUSIA

Kau bawa diriku kedalam hidupmu
Kau basuh diriku dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu
Adalah hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna

aQ benci Dr. Gigi

Uncategorized No Comments »

Hmm…..saat ini yang paling aku benci adalah Dokter Gigi!!! Beberapa hari ini, aku harus rutin bolak-balik Dokter Gigi, Lembaga Kesehatan Gigi Masyarakat!!!!! Gara-garanya cuma masalah sebuah lubang kecil di gigi paling belakang, dan retakan pada email giigi (hasil kejedot piring makan adek yang lagi disuapin..si adek lari-lari smpai Brruakk!! Kejedot degh). ternyata retakan gigi ini g main2, cukup parah sampe membuat gigiQ goyang..(hmmm dan sakit jg)!
Jadi akhirnya, aku ke dr. gigi. Sampai di sana, ternyat aku di rujuk ke Lembaga Kesehatan Gigi Masyarakat. Sampai di sana, aku mulai ogah-ogahan, ku pandangi Dentalkit3_1
semua alat-alatnya…Suntik, benda yang kayak bor, benda yang kayak paku, tang…wallah terang saja aku bergidik ngeri, merinding bahkan! Lebih seram kayaknya ngeliat dan membayangkan benda2 ini masuk ke dalam mulutku dibanding memikirkan kuntilanak ngintipin gue dari balik jendela! (astajim!)hehe…
Dengan gundah gulana (wahhh), aku mulai berbaring di atas kursi yang g jelas bentuknya ini (atw tempat tidur sigh? Itu lho yang ada lampunya segala n ada mejanya sama kayak ada wastafelnya)..
Aku menghela nafas dan berusaha untuk santai aja…Tocgh barang2 itu cm bakal masuk bentaran…(berusaha menenangkan diri–sama rasanya mungkin kalo mo nembak seseorang —*pdhl g pernah!* hehe). Si dokter perempuan ini,lgsng menurunkan lampunya cukup membuat aQ menahan silau lampunya. Aku membuka mulut, dan dengan cekatan dia memasukkan cermin kecil ke dalam mulutku, mencari-cari kadang-kadang ia juga memukul  gigiku (ngetes gitu),, aQ sedikit mengangkat alis…mencoba bersabar dengan ulah dokter ini yang kayak cacing kepanasan ngorek sana-ngorek sini.
Lama-lama sepertinya ia mulai paham denganBorgigi_1 apa yang aku alami. Dia mengambil senjata pemungkasnya— sebuah BOR GIGI! Asatagfirullah…ngggiiiiinnggg….suara dari alat itu terdengar sangat cempreng, kemudian si dokter sepertinya mulai mengikis gigi gue..bussseeettt….ngilu n menjengkelkan! Sangat menjengkelkan (mungkin karena hatiQ udah dongkol, jd g bs ikhlas menerima cobaan dari dr.gigi ini).
Cukup lama aku bertarung dengan rasa sakit dan kantuk berat…tidak lama kemudian, si dokter manggil teman-temannya dan ngomongin sesuatu kira-kira kyk gini ("iya, jd gigi 23 n 21 nya ok, walopun ad retakan). aQ mulai berfikir…gigi aQ sebanyak itu y?? :) truz aQ mulai mikir lagi, gigi 21, gigi 23 yang mana y??
Tiba-tiba si dokter itu berbalik ke arahku, temannya juga ikut-ikutan menghampiriku yang sedang terbujur lemes dengan mulut menganga (sialan!). Kedua dokter ini sibuk ngecek sambil narik-narik dikit bibir aku (ahh…malas banget). Sakit juga ditarik-tarik serabutan gitu!!!
Setelah ditambal, aQ udah boleh pulang, tp masih harus datang lagi untuk tambalan permanent n dikasih obat pula untuk diminum di rumah. Sampai dirumah, aQ masih saja kesal bukan main sm dokter gigi.
Lusanya, aku kembali lagi ke sana. Astagfirullah!!! Kali ini lebih parah, dibelakang gigiQ yang retak ternyata punya gigi susu yang g jatuh yang akhirnya malah bersusun. Bayangkan, kata dokter gigi itu harus dicabut! Oh No!!! Si dokter mulai mempersilahkan aku duduk alias tidur lagi di singgasananya, lampu diturunkan lagi, alat-alat dikeluarkan semua. Sedikit melirik, aku melihat sebuah suntik!! Aih…aQ mulai gelisah…si dokter dengan santai, langsung ngambil suntik dan menyuruh aQ agar rileks (g salah dok? barang yang paling aku takuti harus di bawa rileks?). Pelan tapi pasti, dokter menancapkan jarum nan runcing itu ke gusiQ….
hiks…hiks…hiks…sakitnya bukan main, pengen banget aQ teriak, Tiba-tiba aku ngerasain obat dr suntk itu percikannya menetes ke lidahku. Wuekks…pahit banget. Dengan cepat-cepat begitu dokter melepaskan suntiknya, aQ muntah di wastafel. Si dokter malah ketawa nyengir…(tambah muak gue!). Jd dia menyuruh aku santai sedikit, dengan kesal, aku mengambil Hp n mengirimi sms ke pacarku "Aku Benci dokter gigi!", setelah itu dokter kembali bekerja. Sedikit-sedikit aku mulai ngerasain si dokter, berusaha narik gigiQ pake tang…alamak, kencang banget sampai-sampai kepalaku dipegangin sama dokter yang lainnya lagi… Ini sungguh-sungguh penyiksaan!! Tak tahukah dokter gigi itu betapa aku sangat membenci mereka??
Begitu selesai, aku langsung disuruh gigit kapas n g boleh kumur. Bayangkan kapas itu harus aku gigit selama 2 jam! Pulang aku langsung tertidur dengan posisi terlentang kaku, g goyang-goyang pula saking paniknya!
2 jam berlalu. Aku langsung melepas kapas itu dan membuangnya ke tempat sampah dengan emosi! Kemudian, aku g bs makan apa2. Di larang juga minum air panas atau dingin.
Satu hal yang pasti, bila kelak gue punya anak, gue mau nyuruh anak2 gue ngerawat gigi mereka. Supaya mereka nggak akan merasakan betapa tersiksanya kalo gigi bermasalah!!! Penderitaan ini belum berakhir…besok aku masih harus balik ke dokter gigi untuk yang terakhir kalinya!!! (Amin…amin) untuk pemeriksaan lagi…
Gue Benci Banget sama sakit gigi dan dokternya!!! Menurut gue ini adalah penyiksaan beruntun (karena sampe berhari-hari) dan penyiksaan brutal yang tidak memperhatikan hak asasi manusia (sebab main asal megang aja tugh mulut gue!), belum lagi kemunafikannya (g sakit koq….kalo disuntik jangan tegang y,…lemas aja….) Bodoh!! mana bisa segh lemes klo ngeliat jarum aja tegangnya bukan main? Sumpag gue nulis ini sambil pake emosi…sabar…sabar…ikhlas…ikhlas Sar….

Kemiskinan Menghempaskan Ibu-Putra-Putri Bangsa

Uncategorized No Comments »

Pukul 14.00 wita, dengan masih terkulai lemas sehabis dari dokter gigi. Aku menyetel televisi dan mulai mencari acara wajib. Apalagi

kalau bukan berita siang di liputan6 dan rekan-rekannya yang lain.Tapi berita di luputan6 tidak menggoyahkan perasaanku yang tengah

haus berita siang ini. Jadi, pilihan berita acara favorite jatuh ke channel MetroTv, Headline news.
Tiba-tiba aku terkejut dengan headline beritanya…seputar kemiskinan (topik yang selalu jadi perhatian utamaku). Maka segera saja

aku memperbaiki posisi dudukku di depan televisi seperti ingin ku babat habis layar televisi.
Berita itu diawali dengan berita meninggalnya seorang wanita dari Bogor yang tinggal di Tangerang. Iis namanya. Dikabarkan bahwa ia

meninggal dunia karena sakit selama 5 hari berturu-turut dan tidak mendapatkan perawatan dari pihak medis. Suami dari IIs

mengatakan bahwa mereka tidak punya uang dan kartu askses miskin. PemKot Tangerang tidak memberikan akses warga miskin

sebab Iis dan keluarganya hanya memiliki KTP Bogor.
Satu lagi korban kemiskinan setelah apa yang dialami warga makassar, Basse. Tapi, berita kemiskinan itu tidak berhenti sampai

disitu. Dua orang bocah Asep dan Dede di Cianjur saat ini mengalami derita gizi buruk dan lemah layu. Kedua bersudara ini nampak

terbaring lemah di sebuah kasur. Mereka bahkan tidak mampu berdiri dan berjalan. Haruskah masa kanak-kanak mereka sirna dengan

cara seperti itu? Aku menghela nafas dan mengusap-usap dada…Aku merasa pilu melihat tayangan itu.
Segera aku mencari notes dan sebuah pensil untuk menulis apa yang aku saksikan di berita siang ini.
Rentetan persitiwa akibat kemiskinan terus berlanjut. Di Bone, seorang bocah berusia 9 bulan menderita gizi buruk. Angka ini belum

termasuk dengan 5 bocah lainnya yang menderita penyakit serupa, dan telah menelan 2 nyawa bocah-bocah Bone. Sebelum mereka,

di Bone telah tercatat 5 penderita gizi buruk. Begitu pun dengan angka jumlah penduduk Bone yang berkisar 500ribu jiwa, lebih dari 37

kepala keluarga di Bone tercatat sebagai warga di bawah garis kemiskinan.
Kemudian, 3 korban kemiskinan lainnya adalah Ilham dari Cianjur, bocah berusia 3 bulan yang saat ini berat badannya hanya

mencapai 5 kg! Oleh dokter ia pun dinyatakan telah gagal pertumbuhan….Kemudian Sahedi, warga Bogor berusia 4 tahun yang berat

badannya hanya 6,8 kg. Tidak dapat berobat sebab, ayahnya hanya seorang penjaga Villa..
Lain lagi dengan Hamdani, bocah dari Sukabumi yang harus dapat rela meninggalkan bangku sekolah dasar sampe kelas 6, akibat

perutnya semakin lama semakin membesar akibat gizi buruk…
Ini bukti lagi, betapa kemiskinan telah memberi banyak penderitaan dan cobaan kepada siapa saja. Kemiskinan di negara ini juga

banyak memberi berita duka. Tanpa disadari, kemiskinan telah menghepaskan ibu-putra dan putri bangsa…hanya satu yang g bisa

dihempaskan oleh kemiskinan….yaitu mimpi…

berfikir

Uncategorized 2 Comments »

Tanggal, 09 Maret 2008
Pukul 12. 35 wita, aku tiba di sebuah tempat rekreasi Akkarena. Sebuah pinggir pantai yang menururtku tidak begitu sempurna. Hanya sebuah tempat rekreasi biasa, tidak special menurutku…Kepergian ke Wkkarena ini juga tidak serta merta mendapat sambutan yang baik dari hatiku. ku tidak begitu mood, dan rasa malas terus saja menggeorgoti tubuhku ini.
Karena berfikir aku tidak akan memperoleh apapun yangmenarik di akkarena (tempat yang sebenarnya juga tidak direncanakan oleh keluargaku), aku senagaj membawa kekasihQ tercinta (laptopQ) dan kekasih gelap!Q yang aku pautkan dgn kekasihQ ini (modem GSM). Jadi aku bisa sedikit memanjakan diriku dengan kebiasaan ngetik dan membaca apa saja yang aku browsing di internet.
Memang benar, ada yang aku pikirkan, memang benaf ada yang sedang membuatku gelisah bukan main. Sesuatu yang tidak bisa aku sebutkan dengan jelas dan spesifik.
Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan semua perasaan yang sedang aku alami saat ini.
Aku merasa bahwa, kejujuran yang sedang aku usahakan untuk membantuku menjadi orang yang lebih baik seketika tidak berarti apa-apa. Aku bahkan merasa banyaka usaha yang aku lakukan tidak membuahkan hasil yang baik. Aku hanya ingin berbuat sesuatu yang baik dan berguna bagi aku pribadi dan bagi banyak orang. Tapi aku tidak mengerti jalan apa yangharus aku lakukan.
Pernahkah Anda merasa saat anda hendak berpakaian sopan dan santun serta berakhlak tiba-tiba Anda merasa seperti dilucuti begitu saja…pernahkah Anda merasa ketika Anda tahu Anda harus mengakhiri sebuah pentas lakon tapi tiba-tiba Anda menyadari tanggungjawab kontrak yang tidak bisa Anda lepaskan begitu saja…sehingga mau tidak mau Anda tetap melakoni-nya…Pernahkah Anda merasa harus melakukan sesuatu yang sanat Anda benci? Pernahkah Anda merasa mengetahui sebuah kebohongan tapi tidak mampu membukanya? Pernahkah pula Anda menemukan beberapa kekurangan dan beberapa keganjilan yang tidka biasa di orang-orangyang dekat dengan Anda tapi tidak mampu menanyakkannya kepada org tersebut??
Sulit mnedefenisikan perasaan mcm ini semua…sebab di satu pihak Anda tahu mana yang benar dan mana yang salah. Tapi dipihak lain Anda merasa tidak bisa membuatnya menjadi lebih baik. Hanya karena Anda belum melunasi tanggung jawab Anda…
Mungkin tulisan ini hanya membuat pusing dan membuat Anda keheranan. Acuhkan saja…Sebab, akupun enggan menganalisa lebih jauh. Karena inihanya masalah perasaan…
Acuhkan saja!


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in