aQ benci Dr. Gigi
Uncategorized No Comments »Hmm…..saat ini yang paling aku benci adalah Dokter Gigi!!! Beberapa hari ini, aku harus rutin bolak-balik Dokter Gigi, Lembaga Kesehatan Gigi Masyarakat!!!!! Gara-garanya cuma masalah sebuah lubang kecil di gigi paling belakang, dan retakan pada email giigi (hasil kejedot piring makan adek yang lagi disuapin..si adek lari-lari smpai Brruakk!! Kejedot degh). ternyata retakan gigi ini g main2, cukup parah sampe membuat gigiQ goyang..(hmmm dan sakit jg)!
Jadi akhirnya, aku ke dr. gigi. Sampai di sana, ternyat aku di rujuk ke Lembaga Kesehatan Gigi Masyarakat. Sampai di sana, aku mulai ogah-ogahan, ku pandangi 
semua alat-alatnya…Suntik, benda yang kayak bor, benda yang kayak paku, tang…wallah terang saja aku bergidik ngeri, merinding bahkan! Lebih seram kayaknya ngeliat dan membayangkan benda2 ini masuk ke dalam mulutku dibanding memikirkan kuntilanak ngintipin gue dari balik jendela! (astajim!)hehe…
Dengan gundah gulana (wahhh), aku mulai berbaring di atas kursi yang g jelas bentuknya ini (atw tempat tidur sigh? Itu lho yang ada lampunya segala n ada mejanya sama kayak ada wastafelnya)..
Aku menghela nafas dan berusaha untuk santai aja…Tocgh barang2 itu cm bakal masuk bentaran…(berusaha menenangkan diri–sama rasanya mungkin kalo mo nembak seseorang —*pdhl g pernah!* hehe). Si dokter perempuan ini,lgsng menurunkan lampunya cukup membuat aQ menahan silau lampunya. Aku membuka mulut, dan dengan cekatan dia memasukkan cermin kecil ke dalam mulutku, mencari-cari kadang-kadang ia juga memukul gigiku (ngetes gitu),, aQ sedikit mengangkat alis…mencoba bersabar dengan ulah dokter ini yang kayak cacing kepanasan ngorek sana-ngorek sini.
Lama-lama sepertinya ia mulai paham dengan
apa yang aku alami. Dia mengambil senjata pemungkasnya— sebuah BOR GIGI! Asatagfirullah…ngggiiiiinnggg….suara dari alat itu terdengar sangat cempreng, kemudian si dokter sepertinya mulai mengikis gigi gue..bussseeettt….ngilu n menjengkelkan! Sangat menjengkelkan (mungkin karena hatiQ udah dongkol, jd g bs ikhlas menerima cobaan dari dr.gigi ini).
Cukup lama aku bertarung dengan rasa sakit dan kantuk berat…tidak lama kemudian, si dokter manggil teman-temannya dan ngomongin sesuatu kira-kira kyk gini ("iya, jd gigi 23 n 21 nya ok, walopun ad retakan). aQ mulai berfikir…gigi aQ sebanyak itu y??
truz aQ mulai mikir lagi, gigi 21, gigi 23 yang mana y??
Tiba-tiba si dokter itu berbalik ke arahku, temannya juga ikut-ikutan menghampiriku yang sedang terbujur lemes dengan mulut menganga (sialan!). Kedua dokter ini sibuk ngecek sambil narik-narik dikit bibir aku (ahh…malas banget). Sakit juga ditarik-tarik serabutan gitu!!!
Setelah ditambal, aQ udah boleh pulang, tp masih harus datang lagi untuk tambalan permanent n dikasih obat pula untuk diminum di rumah. Sampai dirumah, aQ masih saja kesal bukan main sm dokter gigi.
Lusanya, aku kembali lagi ke sana. Astagfirullah!!! Kali ini lebih parah, dibelakang gigiQ yang retak ternyata punya gigi susu yang g jatuh yang akhirnya malah bersusun. Bayangkan, kata dokter gigi itu harus dicabut! Oh No!!! Si dokter mulai mempersilahkan aku duduk alias tidur lagi di singgasananya, lampu diturunkan lagi, alat-alat dikeluarkan semua. Sedikit melirik, aku melihat sebuah suntik!! Aih…aQ mulai gelisah…si dokter dengan santai, langsung ngambil suntik dan menyuruh aQ agar rileks (g salah dok? barang yang paling aku takuti harus di bawa rileks?). Pelan tapi pasti, dokter menancapkan jarum nan runcing itu ke gusiQ….
hiks…hiks…hiks…sakitnya bukan main, pengen banget aQ teriak, Tiba-tiba aku ngerasain obat dr suntk itu percikannya menetes ke lidahku. Wuekks…pahit banget. Dengan cepat-cepat begitu dokter melepaskan suntiknya, aQ muntah di wastafel. Si dokter malah ketawa nyengir…(tambah muak gue!). Jd dia menyuruh aku santai sedikit, dengan kesal, aku mengambil Hp n mengirimi sms ke pacarku "Aku Benci dokter gigi!", setelah itu dokter kembali bekerja. Sedikit-sedikit aku mulai ngerasain si dokter, berusaha narik gigiQ pake tang…alamak, kencang banget sampai-sampai kepalaku dipegangin sama dokter yang lainnya lagi… Ini sungguh-sungguh penyiksaan!! Tak tahukah dokter gigi itu betapa aku sangat membenci mereka??
Begitu selesai, aku langsung disuruh gigit kapas n g boleh kumur. Bayangkan kapas itu harus aku gigit selama 2 jam! Pulang aku langsung tertidur dengan posisi terlentang kaku, g goyang-goyang pula saking paniknya!
2 jam berlalu. Aku langsung melepas kapas itu dan membuangnya ke tempat sampah dengan emosi! Kemudian, aku g bs makan apa2. Di larang juga minum air panas atau dingin.
Satu hal yang pasti, bila kelak gue punya anak, gue mau nyuruh anak2 gue ngerawat gigi mereka. Supaya mereka nggak akan merasakan betapa tersiksanya kalo gigi bermasalah!!! Penderitaan ini belum berakhir…besok aku masih harus balik ke dokter gigi untuk yang terakhir kalinya!!! (Amin…amin) untuk pemeriksaan lagi…
Gue Benci Banget sama sakit gigi dan dokternya!!! Menurut gue ini adalah penyiksaan beruntun (karena sampe berhari-hari) dan penyiksaan brutal yang tidak memperhatikan hak asasi manusia (sebab main asal megang aja tugh mulut gue!), belum lagi kemunafikannya (g sakit koq….kalo disuntik jangan tegang y,…lemas aja….) Bodoh!! mana bisa segh lemes klo ngeliat jarum aja tegangnya bukan main? Sumpag gue nulis ini sambil pake emosi…sabar…sabar…ikhlas…ikhlas Sar….