Untuk Tuan
Uncategorized April 12th, 2008Kepada Yth:
Tuan yang meninggalkan aku
di-
Suatu tempat
Bissimillahirahmanirahim…….
Assalamu Alaikum Wr. Wb, dengan ini saya hendak menghaturkan banyak terima kasih kepada kekasihku saat ini yang membuatku terbangun dari tidur panjangku yang tidak memimpikan seorang Tuan yang meninggalkan aku….serta memohon maaf yang sebesar-besar dan sedalam-dalamnya dari lubuk hatiku karena telah tertutup sekian lama tanpa kusadari, wahai tentangmu Tuan yang meninggalkanku…
Alhamdulillah, saat ini saya dalam keadaan baik-baik saja dan tidak kekurangan satu-pun karunia Allah SWT. Kebahagiaan, jatuh cinta lagi, kesedihan, kemarahan, penyelesalan sesungguhnya adalah harmonisasi. Lidahku yang kelu masih bisa merasakan nikmatnya makanan dan minuman, mataku yang minus masih melihat segala kehidupan, tubuhku yang tidak proporsional masih menopang jiwaku dengan sempurna…..kuat dan bertahan….
Kepada Tuan yang meninggalkan aku, aku berharap jiwamu yang tampan pun bisa tersenyum sedetik untuk melihat suratku ini. Semoga Tuan mendapat tempat yang nyaman dan damai menyaksikan hidup yang miris dan semrawut (amin), hingga Tuan yang meninggalkan aku menyadari satu hal…..Betapa beruntungnya Anda tak lagi disini….
Tuan yang meninggalkan aku. Hanya Anda-lah satu-satunya mantan manusia yang utuh yang ku tinggalkan karena cinta…Ku pinta Anda meninggalkan aku untuk memberiku kesempatan mencintai orang lain, dan karena Anda mencintaiku untuk merelakan aku bahagia mencintai pilihan hatiku sendiri, sementara Anda kembali ke tempat dimana Anda belum mengenal aku yang kau tinggalkan ini.
Tuan yang ternyata benar-benar meninggalkan aku atas permintaanku karena cinta, ada luka di hatiku ketika tabir tentang Anda sekarang terkuak kembali. Sebab, benar Tuanku Anda pernah berhasil membuatku melupakan Anda atas permintaan Anda sendiri…permintaan yang agung…Meski, kini tentangmu wahai Tuanku terurai kembali dengan kehormatan yang setinggi-tingginya atas ketulusan dan kesabaranmu yang abadi…
Oh Tuanku…disini aku melangkah, tempatku disini Tuan…diantara kebodohan dan diantara sifatku yang keras, penuh kenaifan tentang hidup, diantara penyesalan, serta dosa yang manusia lain mungkin anggap tak seberapa. Dan diantara hanyutnya diriku dalam arus perasaanku sendiri…Sungguh Tuan, aku maha egoisnya…
Tuanku yang meninggalkan aku, kutepati janjiku untuk tidak menangisimu…
Tuanku yang meninggalkan aku kutepati janjiku untuk melupakanmu kemarin…
Tuanku yang meninggalkan aku, kutepati janjiku untuk selalu menepati janji….
Semua kutepati tanpa sadar, ternyata telah mengalir bersama darahku selama ini….
Tuanku yang meninggalkan aku, ternyata Anda memang lebih baik pergi jauh meninggalkan aku. Sebab, apapun yang kulakukan demi mengingat nama-mu saja tak akan pernah dapat mengganti seluruh letihmu, kekuatanmu dalam mengasihiku…tak akan pernah dapat memaafkan aku yang menyakiti Anda hingga hembusan nafas terakhir Anda….
Wassalamu Alaikum Wr. Wb
Makassar, 12 April 2008
Dari yang layak ditinggalkan…
-Sarah-