Pukul 09.00 pagi, aku baru ingat, bahwa aku memiliki janji untuk memindahkan sebuah dokumentasi dari mini dv yang akan di MPEG ke disc. Buru-buru aku segera bangkit dari gayaku yang santai di atas tempat tidur. Aku segera menemui ayahku dan menanyakan apakah dia hendak keluar pagi ini? Ternyata iya, jadi aku mengatakan padanya bahwa aku ingin ikut dan diantar sekalian ke PH. Ayahku mengangguk pelan. Jadi, untuk beberapa saat setelah mengganti pakaian aku kembali duduk di kamar sambil membaca buku novel Sang Pemimpi karya Andrei Hirata. Merasa waktu yang berjalan semakin cepat, aku segera kembali menuju kamar ayahku, ternyata beliau sudah tidak ada. Ibuku mengatakan bahwa ayah sudah berangkat ke rumah gubernuran bersama sopirnya…Aaarrgghhh…aku tertinggal, aku mengambil gagang telepon dan untuk beberapa saat terdengar nada I-Ring lagu Assslamualaikum dari Uje’,
Ayah : "Ya halo?"
Aku : "Pa, aku ditinggal nich? Khan tadi saya sudah bilang mo nebenk?"
Ayah : "Lha….saya sudah dijalan ini.."
Aku : "Tapi Papa tadi sudah janji…" (dengan nada ngotot)
Ayah : "Iya…ya…sebentar kalo saya sudah sampai di rumah gubernur, om Said (sopir-red) saya suruh balik!"
Aku : (Dengan senyum sumringah) "ok!"
Sambil menunggu, aku menelpon Wi2n (salah seorang pekerja PH), sambil menanyakan apakah pagi ini aku bisa mengambil dokumentasi milik seniorku itu seperti yang ia janjikan kepadaku. Dan Wi2n menjanjikan bahwa aku sudah bisa mengambilnya pagi ini. Beberapa menit kemudian, om Said datang, aku tidak membuang-buang waktu, segera aku berlalu dari rumah. Sesampainya di PH. aku langsung turun dan menemukan kantor dalam keadaan terkunci…Segera aku menelpon kembali Wi2n…dan katanya aku harus menunggu beberapa menit. Dengan BT aku duduk di ruang tunggu sekitar PH sambil membaca buku Andrei Hirata tadi. ternyata menit berubah menjadi sejam…Aku segera menelpon Y2n, menanyakan apakah sebentar dia bisa menemaniku memberikan dokumnetasi seniorku (K’Anda) di rumahnya? Karena aku tidak terlalu ingat arah rumah K’Anda. Dan ternyata Y2n mau saja menamaniku. Karena BT aku kembali menelpon Wi2n menanyakan berapa lama kepastian aku harus menunggu? Ternyata Om Nofri (orang yang memegang kunci PH) datang setelah makan siang…. Damn!
Maka aku segera menuju rumah Y2n. Setelah beberapa menit berbincang-bincang kecil, kami segera kembali menuju PH, begitu selesai sholat Dzuhur. Betul saja, sesampainya di sana, ternyata PH sudah terbuka, aku bahagia. Tapi….ternyata Wi2n sangat bodoh…kemarin ternyata dia meng-capture dokumentasi di komputer standar yang tidak punya CD-R dan software MPEG. Kulihat kapasitas dokumentasi itu ternyata 3G. Bagaimana harus memindahkan dokumentasi itu ke komputer Editing?? FD (Flash Disk-ku yang 4G yang biasanya ku bawa kemana-mana, sama halnya seperti aku harus menggunakan jam tangan, membawa hp, dan sebuah buku bacaan—barang wajib di bawa) dipinjam sama teman kampusku dan belum dikembalikan! Astaga!!!!! Satu-satunya cara hanya membuka HDD komputer standar dan di gandeng ke komputer editing, tapi itu terlalu ribet, atau dengan menemukan siapa saja yang memiliki HDD eksternal…Aku menelfon Wi2n dan menyuruhnya datang untuk membawa HDD eksternalnya. Tapi rupanya dia punya acara sendiri dan sekarang tidak lagi berada di rumah, sementara HDDnya ada di rumah.Tapi dia kembali berjanji bahwa ia akan datang ke PH untuk membawa HDDnya….
Aku dan Y2n kembali menunggu…Aku sempat kecewa, sebab kupikir hari minggu ini aku bisa menyelesaikan semuanya sampai siang dan kemudian kembali ke rumah lalu tidur (sebab, semalam kurang tidur) lalu sorenya bisa menepati janji untuk menjenguk Ibu sahabatku di R.S…tapi ternyata sepetinya tidak!!
Jam 14.12, aku dan Y2n mulai kelaparan, kami pergi ke warung bakso (langgananku yang ada di dekat PH), ternyata TUTUP!!! Astaga! Kemudian akhirnya aku naik becak menuju Rumah Makan.. Hampir setengah empat, aku dan Y2n kembali ke PH dengan perut kenyang…Tapi Wi2n tetap belum nampak! Aku dan Y2n mulai haus lagi…kami beli lagi minuman dan beberapa cemilan. Menunggu….Bergosip….sempat juga Pacarku menelpon beberapa kali.
Akhirnya, sudah sore benerrrr. Dengan perasaan galau dan sudah kondisi badan yang capek, aku mengusulkan pada Y2n, bagaimana kalau kita pulang saja ke rumahku dan mengambil HDD eksternal ayahku di rumah (catatan: sebelumnya aku sudah punya pikiran ini tapi, mengingat ayahku sangat sensitif dengan HDDnya maka, tekad ini sempat kuurungkan). Tapi….rumahku jaraknya tidak dekat. Harus beberapa kali menyambung angkot dan becak. Ongkos juga sisa 17ribu. Hehe…aku teringat uang 50ribu yang ada dilemariku, aku mengusulkan untuk naik taxi saja, dan di rumah baru dibayar…Begitu HDD dan ongkos Taxi sudah di tangan, aku menelpon sahabatku ; Maya, Anna, Fitri bahwa aku terpkasa membatalkan lagi janji untuk ke R.S (inilah pembatalan janji yang kedua kalinya, setelah kemrain juga tidak jadi karena hujan deras).Mereka memaklumi dan berjanji lagi BESOK PASTI JADI!! ^_^’
Sampai di PH, aku segera memindahkan hasil capture bodohnya Wi2n ke HDD dan segera di MPEG di komputer editing, lalu ekspor ke Disc. Selesai!
Sudah pukul 5sore mungkin…aku dan Y2n segara terjun ke rumah K’Anda dengan menggunakan becak. Di tengah jalan, K’Anda menelpon ke HP GSMku, dengan tergopoh-gopoh aku merogoh saku celanaku untuk mengambil HPku dan menerima telpon K’Anda menyakinkan beliau bahwa aku sudah berada di jalan menuju rumahnya. Sampai disana, aku menemukan keganjilan lain….ternyata aku lupa Mini dv–original dokumentasinya di PH!!! Hiks…hiks…hiks…Aku kembali ke PH dengan becak yang sama dan ‘menitip’ Y2n di rumah K’Anda (udah g enak bgt seh sm Y2n–pasti kecapean)..
Sampai di PH, aku kembali bingung…dimanakah HP GSMku?? Jadi dengan menggunakan HP CDMA-ku aku menelpon GSM,
Seorang cowok : "Halo…halo…"
Aku (dengan keheranan) : "Halo….HPku…di mana kah kau ini?"
Seorang cowok : "Ya ini, di rajawali (alamat rumah K’Anda)"
Aku : "Oo..berarti aman dounk, ini dirumahnya K’Anda khan? (pikiranku ini suaminya K;Anda neh) Tunggu aku y!"
Seorang cowok : "Kenapa, tadi bilang apa?"
Aku : "Tungguka’ meka kembali ji ke rajawali…saya kira hilangki hpku"
Seorang cowok : "Ok!"
Lega….akrhinya hari ini selsai sudah…pikirku…
Sampai durmah K’Anda, aku menunggu komentar suami K’Anda tentang telp tadi..tapi dia diam saja. (Nah Lho!!!), dengan hati-hati aku bertanya
Aku : "Ka’…hpQ mana?"
Suami K’Anda : "HP, hp yang mana?"
firasatku mulai nggak enak…
Aku : "Lho, bukannya tadi Qta angkatki telpku? Sambil bilang adaQ di Rajawali…di rumahnya K’Anda?"
Suami K"Anda mulai kebingungan…(Aku apalagi)
Suami K’Anda : "Wah…yang mana ya? Aku nggak angkat hp siapa-siapa"
Ya…ya…ya…ya….aku mulai keringat dingin, aku mulai cemas. Y2n dan K’Anda keluar dari kamar K’Anda sambil pasang wajah keheranan. Ternyata aku harus benar-benar menerima kenyataan ternyata aku memang sudah kehilangan HP GSM-Ku…Segera ku tukar nomor felxi pasca bayar dengan nomor flexi pra baya dan menelpon kembali nomor GSM…sudah tidak aktif! Fuck!! Lalu, aku berfikir siapa orang pertama yang harus aku kasih tahu tentang kehilanganku ini…tidak mungkin orang rumah (takut bho), jadi aku menelpon pacarku yang nun jauh di sana!! Kena omelan…yah, kena omelan dikit tapi aku merasa layak mendapatkannya…
Dengan tubuh yang letih, pikiran yang penat, duit yang terkuras banyak, wajah yang tebal debu, aku dudik lemas masih dengan senyum. Aku menanyakan di mana kamar mandi, dan segera mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat maghrib…
Setelah itu aku dan Y2n pulang ke rumah Y2n. Y2n meminjamkan sebuah tas miliknya, sebab ia melihat ia hendak mengembalikan majalah dan novel yang dia pinjam dariku dan melihat aku terlalu banyak membawa barang-barang. Setelah itu aku pulang ke rumah dengan naik angkot!!!
Tidak ada duit yang tersisa… Habis bener 90ribu dalam sehari hanya untuk ongkos dan makan.
Sampai dirumah, aku langsung mandi dan tertidur dengan pulasnya…aku kecapean…
Pukul 9, aku mengirim sms ke pacarku dan mengatakan bahwa aku tidak bisa OL sebab, aku benar-benar letih…belum ada jawaban…Pukul 10 lewat, sms pacarku masuk dan menanyakan kenapa aku capek? Aku jawab karena bolak-balik. Ditanya lagi oleh dia, bolak-balik?, tidak ku jawab (karena sudah ketiduran). Dia sms lagi ‘alooo’…rupanya dia menunggu balasan sms-nya….dengan sisa tenaga yang ada ku jawab lagi "capek td, plg ke rumah, tapi balik lagi ke PH, truz ke rumah senior" (tidak sanggup aku menjelaskan semuanya, sementara aku sadar pacarku ini analisisnya tanggi dan membutuhkan jawaban yang konkrit). Setelah itu tidak ada lagi balasan apa-apa….hhh…aku tertidur pulas….
Dalam tidurku, aku merasa tidak marah. Tidak marah pada Wi2n yang gagal menepati janjinya, tidak marah pada pacarku yang mengomeliku dan harapan yang gagal bahwa dia akan mengirimi aku sms dengan kata-kata yang bisa menyemangati atau sedikit menghibur, tidak marah pada seorang cowok misterius yang ‘kebetulan’ menemukan HPku…Aku terlalu capek untuk marah atau kesali, terlalu capek untuk mengadu pada orang rumah tentang kehilangan hp. Aku sama sekali tidak memiliki rasa marah, atau kesal sebab, mungkin ini salah satu resiko bila kita tulus melunasi tanggung jawab dan janji kita pada seseorang. Tapi aku tidak cukup capek untuk menyesali kebodohanku hari ini…